Langsa, NagaNews.co – Tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama terkemuka Kota Langsa, Abati Salahuddin, mengimbau seluruh warga untuk tetap menjaga kondisi wilayah yang kondusif, aman, dan nyaman. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Imbauan tersebut disampaikan Abati Salahuddin saat dimintai tanggapannya terkait perkembangan situasi di Kota Langsa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026.
“Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, mari sama-sama kita jaga kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Jaga kondusivitas kota kita dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas asal-usulnya, karena bisa merugikan kita sendiri,” ujar Abati Salahuddin, Minggu (16/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi adanya aksi massa pada acara doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Banda Aceh, Abati Salahuddin menilai kegiatan doa bersama tersebut merupakan hal yang positif.
“Kegiatan doa bersama tentu sangat baik untuk dilakukan. Melalui doa, kita berharap dapat terhindar dari berbagai musibah dan bencana. Mari kita manfaatkan suasana damai di Aceh ini untuk berbuat yang terbaik bagi kemajuan daerah dan kemajuan bersama,” ungkapnya.
Abati Salahuddin menambahkan bahwa meskipun terjadi aksi massa di Banda Aceh, hal itu tidak berdampak pada terganggunya situasi keamanan di Kota Langsa.
“Situasi keamanan di Kota Langsa hingga saat ini masih tetap kondusif. Itulah harapan kita sebagai warga kota,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pemberitaan di berbagai media mengenai kerusuhan yang terjadi. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat menyelesaikan persoalan rakyat dengan cara yang bijaksana.
“Kita semua pasti melihat di berbagai pemberitaan media terkait kerusuhan yang terjadi di sana. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah dapat menyelesaikan persoalan rakyat dengan bijak, dan mewujudkan apa yang pernah disepakati serta dijanjikan. Kami khawatir kondisi ini akan menjadi api dalam sekam yang jika dibiarkan akan semakin membesar,” pungkasnya. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






