HARDIKDA ke-67, Pemko Langsa Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Plt. Kepala Disdikbud Kota Langsa, Sopian, S.Pd., MM., M.Pd., memimpin upacara Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-67, Rabu (2/9/2026).

Keterangan foto: Plt. Kepala Disdikbud Kota Langsa, Sopian, S.Pd., MM., M.Pd., memimpin upacara Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-67, Rabu (2/9/2026).

Langsa, NagaNews.co – Pemerintah Kota Langsa menegaskan kembali komitmennya terhadap dunia pendidikan dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-67, Rabu (2/9/2026). Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan generasi saat ini.

Peringatan yang mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat” itu digelar melalui upacara di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa. Upacara dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disdikbud Kota Langsa, Sopian, S.Pd., MM., M.Pd., dan diikuti oleh kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Langsa, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik.

Dalam amanat Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa HARDIKDA bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan evaluasi atas perkembangan pendidikan dan dampaknya bagi generasi muda. “Masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini,” demikian salah satu poin penting yang disampaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur menyebutkan bahwa pendidikan unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, inovasi, dan integritas agar generasi muda memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. Pendidikan dipandang sebagai investasi masa depan untuk mewujudkan visi Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan. Karena itu, pembangunan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, guru, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat.

Gubernur juga mengajak seluruh insan pendidikan menyelaraskan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, terutama dalam penguatan SDM, sains, teknologi, kesehatan, dan pemberdayaan pemuda. Anak-anak Aceh, katanya, harus dipersiapkan untuk berprestasi hingga tingkat internasional.

Apresiasi juga disampaikan kepada para guru dan peserta didik atas berbagai prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, dan budaya. “Anak-anak Aceh memiliki kemampuan luar biasa. Yang diperlukan adalah kesempatan, pembinaan, guru yang terus belajar, dan lingkungan pendidikan yang mendukung,” ujarnya.

Selain peningkatan mutu pendidikan, perhatian juga diberikan pada kesiapsiagaan bencana di sekolah. Mengingat kondisi Aceh yang rawan bencana, satuan pendidikan diminta menjadikan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari budaya sekolah, termasuk pengetahuan dan keterampilan menghadapi keadaan darurat.

Gubernur menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam pemulihan sarana dan prasarana pendidikan terdampak bencana. Untuk jenjang SMK, tercatat 93 sekolah negeri dan swasta terdampak banjir, sementara untuk SMA terdapat 344 sekolah. Proses pemulihan terus dilakukan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman dan layak.

Di akhir amanatnya, Gubernur menegaskan komitmen memperkuat program pendidikan, meningkatkan sarana prasarana, kompetensi guru, dan pemerataan akses hingga ke wilayah terpencil. “Mari kita bersama-sama mewujudkan Aceh maju melalui pendidikan unggul. Dengan tekad dan kerja keras, saya yakin Aceh akan melahirkan generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter mulia,” pungkasnya.

Peringatan HARDIKDA ke-67 di Kota Langsa diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi insan pendidikan untuk melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan integritas demi membangun daerah dan bangsa. (B.01/ril)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Mendagri Tito Dukung Perkada Tapteng: Saya Back Up Jika DPRD Tak Setuju
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Jumat, 11 September 2026 - 23:47 WIB

Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB