Langsa, NagaNews.co, – Revitalisasi gedung sekolah SMAN 5 Langsa Gampong Geudubang Aceh Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, pada pelaksanaannya diduga menggunakan material lokal yang tidak berkualitas.
Penelusuran dilakukan media ini beberapa hari lalu mendapati material kerikil yang diduga digunakan untuk pengecoran pondasi pembangunan ruang UKS terindikasi tidak sesuai spek.
Pasalnya material kerikil tersebut terlihat mengandung unsur tanah yang akan berpotensi kurangnya kwalitas bangunan setelah selesai dikerjakan. Di sisi lain, Kepsek SMAN 5 Langsa Azhari,.S.Pd dalam bincang-bincang nya beberapa hari lalu kepada media ini tanpa sadar dia mengatakan bahwa pada pelaksanaan proyek tersebut harus memberdayakan usaha masyarakat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada kegiatan proyek sekolah ini, kita harus berdayakan pengusaha lokal, kita belanja di toko material yang ada di daerah ini, begitu juga material seperti pasir, dan kerikil kita ambil pada masyarakat yang diperoleh dari sungai Krueng Langsa.
Menurut dia, itu dilakukan sesuai keinginan pemerintah untuk mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar, dalih Kepsek dalam bincang-bincang nya kepada Wartawan.

Terlepas dari itu, pantauan dilakukan media ini pada revitalisasi sekolah SMAN 5 Langsa yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.293.196.000,- rupiah tersebut layak diduga terjadi penggelembungan anggaran pada kegiatan rehabilitasi Blok ruang kelas, ruang perpustakaan, Toilet, dan ruang ibadah serta pembangunan ruang UKS.
Menurut keterangan salah seorang pekerja dilokasi saat ditanyakan apa saja yang direhab, dalam konfirmasinya pekerja itu menjelaskan, “untuk blok ruang kelas rehab yang dilakukan antara lain, rehab plafon atas, rehab ubin, dan jendela, selanjutnya pengecatan, katanya.
Melihat item pekerjaan yang dilakukan disekolah tersebut dengan anggaran miliaran rupiah sumber APBN 2025, bantuan kementerian Pendidikan pusat, hal ini perlu adanya pengawasan dari pihak terkait dalam hal ini Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Langsa guna antisipasi terjadinya penyalahgunaan anggaran pada proyek revitalisasi di sekolah SMAN 5 Langsa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang Cabdin Langsa yang hendak di konfirmasi menanyakan tanggapan terkait pemakaian material yang diduga tidak berkualitas, Rabu (22 Oktober 2025), pihak Dinas tidak sedang berada di tempat.(B.01)






