Langsa, NagaNews.co, – Pembangunan rumah sakit regioanal kota Langsa hingga saat ini tidak terlihat akan keberlanjutan pembangunan, tidak ada aktifitas apapun di lokasi RS Regional tersebut, Jum’at (31 Oktober 2025).
Sarana penting bagi layanan kesehatan masyarakat khususnya kota Langsa yang juga diharapkan menjadi rumah sakit rujukan daerah tetangga di wilayah timur Aceh.
Pembangunan Rumah Sakit Regional Kota Langsa yang digagas tersebut tidak sesuai apa yang diharapakan oleh banyak masayarakat, kondisi RS Regional kota Langsa saat ini berubah seperti sarang hantu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak ayal, jika ini terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan berpotensi disalahgunakan menjadi tempat yang aman bagi pecandu dan pemakai narkoba serta aktifitas lain pelanggaran hukum Jinayat yang memanfaatkan lokasi tersebut.
Disisi lain, dari penelusuran media ini diketahui dimana Pemerintah Aceh telah mengucurkan anggaran sebesar 27,4 miliar pada tahap tiga melalui dana Otsus Aceh tahun 2020.
Kemudian berlanjut pengucuran anggaran sumber APBD sebesar 10,2 miliar tahun 2023. Estimasi keseluruhan biaya yang dibutuhkan mencapai 400 miliar lebih guna merampungkan RS Regional kota Langsa.
Dalam pada itu, uapaya Pemko Langsa dalam mendorong percepatan pembangunan rumah sakit Regional, upaya itu seperti terabaikan. Stek holder pejabat yang ada di kota Langsa tidak berbicara banyak terkait kelanjutan RS Regional.
Atas fenomena tersebut, masayarakat berharap kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat agar memberikan perhatian penuh atas mangkraknya RS Regional kota Langsa. Keberlanjutan pembangunan RS Regional akan memberikan harapan baru terhadap kemajuan kota Langsa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diperoleh media ini dari pejabat kota Langsa terkait keberlanjutan pembagunan sarana layanan kesehatan yang cukup memadai bagi masyrakat dikota Langsa, demikian amatan. (B.01)






