Dugaan Korupsi Anggaran Ketahanan Pangan Desa di PB Seuleumak Semakin Kuat, Ini Indikasinya

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, NagaNews. Co, – Dugaan terjadinya korupsi dan penyimpangan pada realisasi anggaran ketahanan pangan Desa di Gampong PB Seuleumak Kecamatan Langsa Baro, Pemerintah kota Langsa semakin menguat.

Hal ini terlihat dari beberapa indikasi dimana yang pertama anggaran ketahanan pangan tersebut dalam pengelolaannya seperti dijelaskan sumber terbagi kepada dua pengelola dengan tempat lokasi yang berbeda.

Adapun lokasi tersebut berada di dusun Bukit dengan usaha pembudidayaan Ayam Petelur yang dikelola oleh oknum yang berstatus PNS aktif dengan besaran anggaran 120 juta, sedangkan dilokasi kedua berada di Lorong Abadi dengan usaha Budidaya ikan Lele sebesar 60 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, 60 juta untuk pembelian bibit ikan Lele dan 120 juta untuk usaha ayam petelur, sementara besaran keseluruhan anggaran ketahanan pangan dan hewani desa sebesar Rp 279.384.000,- rupiah.

“Jadi kalau kita hitung – hitung tambahnya, kita kurangi dengan pengeluaran maka anggaran ketahanan pangan tersebut masih tersisa sebesar 99.384.000, sisa ini yang kita pertanyakan kemana arahnya, ungkap sumber kepada wartawan NagaNews.co, Senin (8 Desember 2025).

Lebih lanjut sumber yang minta namanya dirahasiakan itu mengatakan, “kami ingin tahu bagaimana prosedur dalam pengelolaan anggaran ketahanan pangan dan hewani Gampong yang masuk salah satu program prioritas dana desa sesuai Permendesa No.2 Tahun 2024 dan Kepmendesa No.3 Tahun 2025 untuk tahun 2025, didukung oleh Permenkeu No. 81 Tahun 2025, tutup sumber warga setempat menerangkan.

Terlepas dari itu, dari pengucuran penyertaan modal BUMG melalui anggaran ketahanan pangan dan hewani Gampong yang berada pada dua titik lokasi tersebut patut untuk dipertanyakan oleh warga.

Yang pertama pengelolaan anggaran pangan yang dilakukan terindikasi tidak transparan sehingga membuat dan mendorong masyarakat untuk melakukan pengawasan.

Kedua pengelolaan anggaran pangan dilakukan oleh oknum PNS aktif yang taraf hidupnya dinilai lebih baik dibandingkan masyarakat lain yang tidak bekerja.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, sisa dari kelebihan dana pangan yang sudah digunakan sebesar 99.384.000,- tidak ada kejelasan digunakan kemana.

Atas dugaan adanya indikasi korupsi pada pengelolaan keuangan anggaran ketahanan pangan di Gampong PB Seuleumak, Geuchik M.Syarifuddin yang dihubungi NagaNews.co, beberapa waktu lalu hingga saat ini masih bungkam. (B.01)

Berita Terkait

Oknum P3K Langsa Bantah Tuduhan Mesum, Siap Tempuh Jalur Hukum
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Matangkan Latihan Operasi Terintegrasi dan Kesiapan Satgas Pamtas Yonif 132/Bima Sakti
Revitalisasi Sekolah Diduga Menyimpang, Material Tak Sesuai Spesifikasi
Semarak Riau Bhayangkara Run 2026: Pangdam XIX Ikut Kawal Green Policing dan Lawan Karhutla
Ketua For-WIN Lampung Barat Sayangkan Kebijakan Star Energy Batasi Akses Media ke Proyek Geothermal
Mirza Maulana Resmi Demisioner, Purna Tugas dari Presiden Mahasiswa USCND
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja di Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan
Ketua DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa Soroti Maraknya Korupsi Kepala Daerah
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:16 WIB

Oknum P3K Langsa Bantah Tuduhan Mesum, Siap Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:04 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Matangkan Latihan Operasi Terintegrasi dan Kesiapan Satgas Pamtas Yonif 132/Bima Sakti

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13 WIB

Revitalisasi Sekolah Diduga Menyimpang, Material Tak Sesuai Spesifikasi

Senin, 27 Juli 2026 - 10:48 WIB

Semarak Riau Bhayangkara Run 2026: Pangdam XIX Ikut Kawal Green Policing dan Lawan Karhutla

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:24 WIB

Ketua For-WIN Lampung Barat Sayangkan Kebijakan Star Energy Batasi Akses Media ke Proyek Geothermal

Berita Terbaru