Selama 14 Hari Kedepan Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH, saat memberikan keterangan pers usai apel pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, Senin (02/02/2026)

Ket. Foto : Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH, saat memberikan keterangan pers usai apel pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, Senin (02/02/2026)

Pekanbaru, NagaNews. Co – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 sebagai langkah awal menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Gelar pasukan tersebut dilaksanakan pada Senin (02/02/2026) yang diikuti oleh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya terpadu dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pada kesempatan tersebut dalam amanatnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, selaku pimpinan apel menegaskan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, keselamatan publik, hingga kualitas lingkungan hidup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakannya, Kompleksitas lalu lintas saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor manusia, tetapi juga infrastruktur, teknologi kendaraan, serta kondisi lingkungan. “Sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor human error. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan dan pendekatan, sehingga tidak semata hanya penegakan hukum, tetapi pengelolaan sistem secara menyeluruh dan humanis,” ujar Hengki.

Tujuannya utama dilaksanakan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

Polda Riau akan melaksanakan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Riau. Sebanyak 1.126 personel gabungan Polda dan Polres jajaran dikerahkan dalam operasi ini.

Operasi tersebut mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan porsi penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile sebesar 95 persen, serta 5 persen penindakan manual.

Adapun 9 prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 meliputi:

Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, Truk dengan spesifikasi tidak standar pabrikan, Kendaraan pribadi digunakan tidak sesuai peruntukan, Kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Selain itu, Kendaraan pribadi digunakan sebagai travel ilegal, Angkutan barang digunakan untuk mengangkut orang, Kendaraan penumpang yang tidak laik jalan, Pengendara sepeda motor tanpa helm dan berboncengan lebih dari satu orang, dan Kendaraan wisata yang parkir di bahu jalan.

Wakapolda Riau menegaskan, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan operasi pendahuluan sebelum Operasi Ketupat 2026.

” Fokus utamanya adalah membangun persepsi bersama bahwa jalan raya merupakan ruang publik bersama yang membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab kolektif”.

Untuk itu Wakapolda menghimbau, selama operasi berlangsung, seluruh personel dapat mengedepankan tindakan yang simpatik, humanis, dan profesional, serta menghindari tindakan kontra produktif yang dapat menimbulkan keluhan masyarakat.

Dengan operasi ini, Polda Riau berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. (MS)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Oknum P3K Langsa Bantah Tuduhan Mesum, Siap Tempuh Jalur Hukum
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Matangkan Latihan Operasi Terintegrasi dan Kesiapan Satgas Pamtas Yonif 132/Bima Sakti
Revitalisasi Sekolah Diduga Menyimpang, Material Tak Sesuai Spesifikasi
Semarak Riau Bhayangkara Run 2026: Pangdam XIX Ikut Kawal Green Policing dan Lawan Karhutla
Ketua For-WIN Lampung Barat Sayangkan Kebijakan Star Energy Batasi Akses Media ke Proyek Geothermal
Mirza Maulana Resmi Demisioner, Purna Tugas dari Presiden Mahasiswa USCND
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja di Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan
Ketua DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa Soroti Maraknya Korupsi Kepala Daerah
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:16 WIB

Oknum P3K Langsa Bantah Tuduhan Mesum, Siap Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:04 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Matangkan Latihan Operasi Terintegrasi dan Kesiapan Satgas Pamtas Yonif 132/Bima Sakti

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13 WIB

Revitalisasi Sekolah Diduga Menyimpang, Material Tak Sesuai Spesifikasi

Senin, 27 Juli 2026 - 10:48 WIB

Semarak Riau Bhayangkara Run 2026: Pangdam XIX Ikut Kawal Green Policing dan Lawan Karhutla

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:24 WIB

Ketua For-WIN Lampung Barat Sayangkan Kebijakan Star Energy Batasi Akses Media ke Proyek Geothermal

Berita Terbaru