Pekanbaru, NagaNews.co, – Pengurus Wilayah PPTSB Riau, masa bhakti 2026-2030, yang dipilih lewat Musyawarah Wilayah (Muswil) 01 November 2025, hari ini resmi dilantik oleh Ketua Umum (Ketum) Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTSB) Boru dohot Bere, Ir. Edison Sinaga, Minggu (08/02/2026) di Hotel Furaya, Pekanbaru.
Pada kesempatan tersebut dalam pidato sambutannya Ketum PPTSB Edison Sinaga, Selamat Ketua PPTSB Wilayah Riau Rudi Antonius Natalion Sinaga, dan semua pengurus PPTSB Riau.
Edison berharap agar PPTSB Wilayah Riau untuk selalu menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan kedepan, terkhusus pemuda dan pemudi, generasi muda agar lebih berperan menjaga kekompakan, dan lebih aktif dalam kegiatan – kegiatan PPTSB, serta proaktif menjaga adat dan budaya sesuai dengan tagline saat Munas PPTSB “Generasi muda PPTSB lebih maju dan terdepan” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya Ketua PPTSB Wilayah Riau Rudi Antonius Natalion Sinaga, dalam sambutan yang memaparkan berbagai program untuk kemajuan PPTSB, serta upaya untuk menghadapi berbagai tantangan saat ini.
Salah satu program pundamental yang dimaksud adalah, mengajak seluruh eleman PPTSB yang didalamnya merupakan keluarga besar Sinaga, dapat hidup berbaur dan berdampingan Melayu, namun tetap mengingat akar budaya sebagai orang Batak.
“Kita hidup dan mencari makan di provinsi Riau, tentu pertama sekali kita harus berterima kasih kepada Melayu bahwa mereka menyambut kita sebagaimana kita bisa berasimilasi membaur tanpa kehilangan akar, jangan kita menjadi eksklusif, ” Sebab tanpa membaur kita akan membuat tembok yang akan bisa membuat potensi konflik”, ucap Rudi
Menurut Rudi, selain harus mampu berbaur dengan budaya Melayu, Pengurus PPTSB Wilayah Riau juga harus menjaga dan mengawasi anak-anak, generasi muda agar mengerti akar adatnya, termasuk generasi “gen Z”.

(Foto Panitia/Jefri)
“Bagaimana kita membuat anak-anak yang generasi “gen Z”, tetap mengerti akar budaya masing-masing sub etnis anggota PPTSB Riau, sebab manusia yang tidak mengerti akarnya dari mana, maka dia akan hidup mengambang di awang-awang.
Selain penekan pentingnya mengenal budaya, kedepan pengurus akan mensosialisasikan dan merangkul seluruh marga Sinaga dari berbagai etnis yang berbeda keyakinan, sehingga tidak ada lagi keluarga Sinaga yang tidak tergabung dalam wadah PPTSB.
“ Sinaga tetap Sinaga, walaupun berbeda agama tetap Sinaga, dan budaya bisa kita sesuaikan supaya kita tetap bersatu dalam Toga Sinaga” Tutup Rudi.
Pada pelantikan tersebut ada hal menarik dan perlu dipedomani dalam keluarga Sinaga, kalimat sebuah pesan saat sambutan dari H. Turiman Sinaga mewakili Penasehat, yaitu ” Menjaga Rumah Besar PPTSB”
Menurut H. Turiman Sinaga kata ” Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru” (PPTSB) berarti ada “Keterikatan” dalam sebuah rumah besar Sinaga. Untuk itu mari menjaga rumah besar tersebut, dengan saling menjaga/mematuhi posisi masing-masing (dongan tubu, boru, hula-hula, bere/ibebere), dengan demikian rumah besar itu akan terjaga dan selalu sejuk.

Kita harus bangga sebagai Marga Sinaga, untuk itu mari kita jaga rumah besar tersebut supaya tetap sejuk dan kedepan tidak ada pengkotak – kotakan, walaupun kita berasal dari huta (daerah) yang berbeda, tegas Turiman.
“Saya sendiri bangga jadi marga Sinaga, demikian juga Istri saya sangat bangga bersuamikan Sinaga, hal tersebut telihat jelas dari kesetiannya mendampingi saya memberi sambutan mewakili penasehat, ungkapnya sambil melihat istrinya yang merupakan Keturunan Aceh, yang berdiri disampingnya, saat memberi sambutan, tutupnya.
Untuk diketahui, pengukuhan pengurus baru tersebut tampak hadir tamu undangan diantaranya : Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, mewakili pemerintah provinsi Riau, adalah Kabid Politik Dalam Negeri, Linda Marlina Siagian S.Sit, M.Sc, dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, serta tamu lainya. (*)
Penulis : MS
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Live Streaming Pelantikan






