Langsa, NagaNews.co – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1448 H/2026, aktivitas masyarakat di Kota Langsa mulai meningkat. Hal ini terpantau oleh NagaNews.co di sejumlah lokasi strategis tempat perbelanjaan, Sabtu (14 Maret 2026).
Berdasarkan pengamatan wartawan, terlihat masyarakat lalu lalang mencari berbagai keperluan sebagai persiapan untuk merayakan hari kemenangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi masyarakat Aceh pada momen Lebaran menjadikan baju baru dan kue kering sebagai fokus utama yang harus tersedia.
Di sisi lain, momen Lebaran tidak hanya memberikan keuntungan bagi para pedagang, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui hasil sewa lapak yang dikelola oleh pihak ketiga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait hal tersebut, pihak ketiga yang dipercaya mengelola lapak para pedagang diharapkan mampu mengelompokkan mereka sesuai dengan jenis dagangan yang diperjualbelikan. Seperti yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir, para pedagang kue Lebaran terpusat di lokasi Jalan Rel, Gampong Blang, tepatnya di kawasan arah Tugu.
Menyikapi hal itu, para pedagang kue Lebaran yang telah menyewa lapak di lokasi Jalan Rel arah Tugu, Gampong Blang, berharap pihak ketiga bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat menertibkan dan mengarahkan seluruh pedagang kue agar berjualan di satu tempat yang telah ditentukan.
“Kami sebagai pedagang kue Lebaran yang ada di lokasi Jalan Rel Gampong Blang berharap lokasi ini menjadi satu-satunya tempat penjualan kue Lebaran. Artinya, tidak boleh ada lapak lain yang berdiri di luar lokasi ini,” ujar salah seorang pedagang yang mewakili rekan-rekannya, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, peran aktif pihak ketiga dan Satpol PP sangat diharapkan. Jika masih ada pedagang kue yang berjualan di lokasi lain dalam wilayah perkotaan, dikhawatirkan hal itu dapat menurunkan daya beli masyarakat ke lokasi resmi yang telah ditetapkan.
“Jika itu terjadi, tentu akan menjadi kendala bagi kami untuk memenuhi kewajiban, seperti biaya sewa lapak, biaya listrik, dan retribusi kebersihan. Karena itu, kami sangat mengharapkan peran pihak ketiga bersama Satpol PP,” ungkapnya.
Ia enggan menyebutkan namanya saat diminta identitasnya oleh NagaNews.co.
Sementara itu, pihak ketiga pengelola lapak pedagang Kota Langsa belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait perkembangan situasi di lapangan hingga berita ini diterbitkan. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






