Kenaikan Harga Minyak Mentah Dorong Saham Sawit dan CPO Kompak Menguat

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Hamparan Kebun Sawit Indonesia

Ket. Foto : Hamparan Kebun Sawit Indonesia

Jakarta, NagaNews.co, – Rombongan saham emiten perkebunan sawit dan produsen CPO kompak bergerak di zona hijau pada perdagangan Senin (22/4/2026). Penguatan ini sejalan dengan melambungnya harga CPO global yang terdorong lonjakan harga minyak mentah dan sentimen positif dari pasar minyak nabati.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 11.13 WIB, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan 4,46% ke posisi Rp234 per saham. Disusul PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang naik 3,58% menjadi Rp1.880 per saham.

Tak ketinggalan, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menguat 3,45% dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melesat 3,36%. Sementara itu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) bertambah 2,10%, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menguat 2,03%, dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) naik 1,80%. Dua emiten lain, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), masing-masing menguat 1,52% dan 0,75%.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemicu dari Pasar Global

Harga CPO acuan untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik 0,45% ke level 4.470 ringgit per ton pada awal perdagangan. Kenaikan ini sejalan dengan rebound harga minyak dunia yang melonjak lebih dari 6% setelah sebelumnya anjlok 9% pada Jumat.

Mengutip Reuters, memanasnya kembali ketegangan di Selat Hormuz akibat saling tuding antara AS dan Iran menjadi biang utama lonjakan minyak mentah. Alhasil, CPO pun kian kompetitif sebagai bahan baku biodiesel, sehingga turut menopang permintaan.

Adapun pergerakan minyak nabati lain cenderung variatif. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,54%, sedangkan kontrak soyoil paling aktif di Dalian melemah tipis 0,05%. Namun kontrak minyak sawit di Dalian justru menguat 0,16%.

Sentimen Tambahan dari Dalam Negeri

Dari sisi fundamental, prospek permintaan mendapat dorongan ekstra. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memperkirakan konsumsi biodiesel berbasis sawit di Malaysia akan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Indonesia yang terus menaikkan mandat pencampuran biodiesel demi mengurangi ketergantungan pada impor energi.(MS*)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Majalah Sawit Indonesia

Berita Terkait

Mahasiswa KKN IAIN Langsa Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Belajar di MIS Al-Muttaqin
Masyarakat Minta Satpol PP-WH Tingkatkan Pengawasan Tempat Gym di Langsa
Dua Hari Dilanda Hujan Intensitas Tinggi, Banjir Kembali Rendam Pemukiman Warga Tapanuli Tengah
Polsek Bunut Ringkus Pelaku Curanmor di Pelalawan, Satu DPO Masih Buron
Tinjau Banjir di Sipange, Bupati Masinton Pasaribu Instruksikan Percepatan Normalisasi Sungai
Bupati Tapteng dan Anggota DPR RI Rapidin Simbolon Salurkan Bantuan PIP kepada 148 Siswa
For-WIN Gelar Lomba Artikel Bertema “81 Tahun RI Merdeka, Apakah Kita Sudah Merdeka?”
Pembangunan Mangkrak, DPP-SPKN Sorot Dugaan Korupsi Pasar Bawah Pekanbaru dan Minta APH Periksa
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Mahasiswa KKN IAIN Langsa Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Belajar di MIS Al-Muttaqin

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Masyarakat Minta Satpol PP-WH Tingkatkan Pengawasan Tempat Gym di Langsa

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Dua Hari Dilanda Hujan Intensitas Tinggi, Banjir Kembali Rendam Pemukiman Warga Tapanuli Tengah

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Polsek Bunut Ringkus Pelaku Curanmor di Pelalawan, Satu DPO Masih Buron

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Tinjau Banjir di Sipange, Bupati Masinton Pasaribu Instruksikan Percepatan Normalisasi Sungai

Berita Terbaru