Pekanbaru, NagaNews.co, – Suasana Panen Raya Jagung di lahan pertanian Jalan Gajah, RT 02 RW 13, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Sabtu (16/5/2026) menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 ini diikuti secara daring bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Turut hadir unsur Forkopimda Provinsi Riau, TNI-Polri, instansi vertikal, perbankan, Bulog, kelompok tani, serta pemilik lahan binaan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, melalui Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, menegaskan bahwa Polri kini tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Polri hadir untuk mendampingi petani, memastikan stabilitas harga, serta mendukung distribusi hasil panen guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakapolda dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa sepanjang 2025, kelompok tani binaan Polda Riau telah menanam jagung pipil di lahan seluas 1.690,37 hektare dari total potensi lahan 7.355,29 hektare. Memasuki tahun 2026, Polda Riau menargetkan optimalisasi seluruh potensi lahan tersebut melalui penguatan sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang tengah didorong adalah pengembangan pola tumpang sari di lahan perkebunan sawit seluas 2.000 hektare untuk memperluas area tanam produktif.
Dalam panen raya kali ini, lahan binaan Polresta Pekanbaru milik Bapak Kahar seluas sekitar 3,8 hektare diperkirakan menghasilkan 26,6 ton jagung pipil. Secara keseluruhan, Polda Riau beserta jajaran melaksanakan panen di lahan seluas 58,65 hektare dengan estimasi hasil mencapai 117,30 ton jagung.
“Kegiatan ini bukan sekadar memetik hasil panen, tetapi bentuk nyata komitmen Polri dalam mendampingi petani dan menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari keamanan nasional,” tegas Brigjen Hengki.
Ia juga secara khusus mengapresiasi peran pemilik lahan dan kelompok tani yang dinilai konsisten mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Sinergi ini membuktikan bahwa bersama-sama kita mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika global,” lanjutnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan hasil penjualan jagung secara simbolis kepada Perum Bulog Riau-Kepri, pemberian penghargaan kepada pemilik lahan, penyaluran bantuan sosial kepada kelompok tani, panen simbolis serentak bersama Presiden RI, serta peninjauan booth pupuk cair milik THH Polda Riau.
Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat menjadikan Riau sebagai salah satu daerah penopang swasembada pangan nasional.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kami yakin Riau mampu menjadi lumbung pangan yang memberi kontribusi besar bagi Indonesia,” tutup Wakapolda Riau.(MS)
Penulis : MS
Editor : Redaksi






