Langsa, NagaNews.co, – Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Langsa mulai dipertanyakan. Dinas yang seharusnya menjadi wadah bagi pekerja media itu dinilai lemah dalam memperjuangkan hak-hak wartawan dan pekerja pers di wilayah setempat.
Berdasarkan pantauan NagaNews.co, indikasi melemahnya kinerja Kominfo terlihat dari peran yang tidak berpihak pada kesejahteraan pekerja pers.
Indikasi ini semakin kuat setelah muncul kebijakan yang mewajibkan pekerja media mitra Kominfo menyerahkan 10 rilis berita. Padahal, satu rilis hanya dihargai Rp15.000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara keseluruhan, total pembayaran yang akan diterima pekerja pers hanya Rp150.000, belum termasuk potongan pajak dan biaya cetak atau print berita.
Sebelumnya, Kominfo Kota Langsa pernah merealisasikan pembayaran untuk 50 lembar rilis. Namun kali ini, jumlah rilis yang diminta jauh lebih sedikit dibanding periode sebelumnya.
Selain nilai yang rendah, proses pembayaran rilis juga terindikasi berbelit-belit. Hingga kini, pekerja media yang sudah menyerahkan 10 rilis mengaku belum menerima anggaran tersebut.
“Belum masuk anggaran rilis ke rekening. Rilis sudah kami serahkan ke Kominfo sebelum Lebaran Idul Adha untuk diproses, tapi sampai sekarang belum cair. Atas hal itu, layak kita pertanyakan kinerja Kominfo selama ini,” ujar salah seorang pekerja pers di wilayah Kota Langsa.
Sementara itu, NagaNews.co juga menemukan indikasi kurangnya kepedulian dari dinas yang menaungi pekerja media tersebut. Sejak momen Idul Fitri hingga Idul Adha, tidak ada bentuk kompensasi apa pun yang diberikan Kominfo.
Fakta ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya, di mana meskipun anggaran terbatas, kepedulian Kominfo saat itu tetap berjalan.
Sebagai perimbangan pemberitaan, Kepala Dinas Kominfo Kota Langsa, Ade Putra Wijaya Siregar, ST., MM., saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengakui bahwa rilis berita kali ini terpaksa dibagi rata karena anggaran yang sangat terbatas, hanya sekitar Rp20 juta.
“Enggak ada anggaran, cuma Rp20 jutaan untuk kami realisasikan ke awak media yang jumlahnya seratusan orang lebih. Saya tidak mau jadi pembicaraan nantinya. Makanya saya bagi rata sesuai anggaran yang tersedia,” ungkap Putra pasrah dengan keadaan. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






