Pekanbaru, NagaNews.co – Polda Riau terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Hingga Juni 2026, jajarannya telah merealisasikan penanaman jagung seluas 1.512 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, termasuk kontribusi signifikan dari wilayah hukum Polresta Pekanbaru.
Pencapaian itu disampaikan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Riau, Kombes Pol. Dr. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., saat memimpin panen raya jagung pipil kuartal II di kompleks UPT Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, Jalan Kaharuddin Nasution, Selasa (23/6/2026).
Boy menyebut, keberhasilan Indonesia mencatat surplus produksi jagung 1,8 juta ton pada 2025 menjadi modal penting yang harus dipertahankan. Bahkan, untuk pertama kalinya Indonesia tidak lagi mengimpor jagung pakan ternak yang selama ini mencapai ratusan ribu ton per tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Presiden telah mencanangkan Indonesia swasembada jagung. Tahun 2025 kita berhasil surplus, dan ini harus kita lanjutkan pada 2026,” ujarnya.
Menurut Boy, peran Polri dalam program ketahanan pangan bukan sebagai pelaku utama pertanian, melainkan sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor. Polri menghubungkan pemerintah daerah, dinas pertanian, Bulog, perusahaan swasta, hingga kelompok tani.
“Polri hadir sebagai nexus atau titik penghubung antarinstansi. Kami menggerakkan seluruh potensi agar target swasembada tercapai,” tegasnya.
Terobosan Baru: Tumpang Sari di Lahan Replanting Sawit
Polda Riau juga menjajaki kerja sama dengan perusahaan perkebunan sawit melalui metode tumpang sari pada lahan replanting (peremajaan sawit). Rencana ini akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mendorong regulasi pemanfaatan sebagian lahan replanting bagi tanaman pangan.
“Potensinya sangat besar. Ke depan, sebagian lahan replanting bisa dimanfaatkan untuk jagung dan komoditas pangan lainnya,” jelas Boy.
Sinkronisasi Data dan Dukungan Bulog
Boy menekankan pentingnya sinkronisasi data antara Polri, Dinas Pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin), serta Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, surplus nasional 2025 tidak lepas dari validasi data yang akurat antarinstansi.
“Sebagus apa pun hasil di lapangan, jika tidak terdata dengan baik, tidak akan tercermin dalam statistik nasional. Kolaborasi dengan BPS sangat penting,” katanya.
Selain itu, Polda Riau berharap Bulog dapat menyerap hasil panen petani dengan harga yang menguntungkan, guna menjaga semangat petani dan stabilitas pasokan pangan.
Di tengah tantangan perubahan iklim, El Nino, dan dinamika ekonomi global, Boy optimistis target swasembada jagung tetap terjaga jika semua pihak bekerja gotong royong.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kolaborasi pemerintah, Polri, dunia usaha, Bulog, dan masyarakat, saya yakin Riau mampu memberi kontribusi besar bagi swasembada jagung nasional,” pungkasnya.(MS***)
Penulis : MS
Editor : Redaksi






