Jakarta, NagaNews.co – Blok Migas Rupat akhirnya memiliki pemenang dalam lelang Wilayah Kerja (WK) Migas tahap I 2026. Perusahaan asal Hong Kong, Cinda Energy (Hong Kong) Limited, ditetapkan sebagai pemenang lelang.
Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui laman resminya pada Kamis (17/9/2026).
Blok Migas Rupat merupakan satu dari enam WK Migas yang dilelang Kementerian ESDM pada tahap I 2026. Lelang itu menjadi bagian dari lelang reguler Area Studi ABT 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Cinda Energy memenangkan lelang dengan total nilai komitmen pasti US$2,95 juta, atau sekitar Rp52,1 miliar dengan asumsi kurs Rp17.690 per dolar AS. Selain itu, perusahaan memberikan bonus tanda tangan US$300 ribu, setara sekitar Rp5,3 miliar.
Cinda Energy merupakan anak usaha China Cinda Asset Management Co., Ltd. (China Cinda), perusahaan induk yang berbasis di China.
Jejak Panjang Eksplorasi Blok Rupat
Blok Rupat dinilai memiliki potensi menarik bagi investor yang fokus pada eksplorasi berbasis reinterpretasi data historis. Wilayah itu berada dalam sistem petroleum yang telah terbukti produktif di Cekungan Sumatra Tengah (Central Sumatra Basin).
Secara geografis, wilayah Rupat berada di barat laut Pulau Rupat dan bagian utara Pulau Sumatra. Area studi mencakup wilayah darat dan laut yang memanjang hingga Selat Malaka.
Pada 2025, wilayah Rupat ditetapkan sebagai bagian dari Joint Study Area untuk mengevaluasi potensi hidrokarbon melalui studi terpadu yang mencakup aspek geologi, geofisika, dan sistem petroleum.
Eksplorasi di wilayah Rupat memiliki sejarah panjang. Pengeboran sumur eksplorasi telah dilakukan sejak 1940 oleh Standard Oil Company of California (SOCAL), kemudian dilanjutkan Caltex Pacific Indonesia pada periode 1959–1978.
Memasuki 1980-an, Mobil Oil dan ESSO kembali melakukan pengeboran. Namun, kegiatan itu belum menghasilkan penemuan hidrokarbon komersial.
Studi mengenai potensi wilayah tersebut kembali dilakukan pada 2015–2021. Berbagai kajian menunjukkan indikasi bahwa sistem petroleum di wilayah Rupat masih memiliki prospek untuk dievaluasi lebih lanjut.
Didukung Ratusan Lintasan Seismik
Daya tarik lain Blok Rupat adalah ketersediaan data bawah permukaan atau subsurface yang cukup besar. Data yang tersedia meliputi checkshot dari sekitar 15 sumur, final well report dari sekitar 11 sumur, serta data biostratigrafi dan geokimia dari sejumlah sumur.
Data tersebut menjadi dasar untuk melakukan interpretasi geologi, geofisika, dan petrofisika dalam mengevaluasi potensi hidrokarbon.
Wilayah Rupat juga memiliki sekitar 651 lintasan seismik 2D dari berbagai periode akuisisi sejak akhir 1960-an hingga 1980-an. Data itu dapat digunakan untuk memetakan struktur geologi, konfigurasi stratigrafi, serta elemen sistem petroleum di wilayah Rupat.
Meski demikian, sebagian data seismik merupakan data vintage lama sehingga membutuhkan proses reprocessing, conditioning, dan integrasi ulang agar kualitas interpretasi subsurface dapat ditingkatkan. Di sisi lain, keberadaan data historis dalam jumlah besar membuka peluang bagi investor untuk melakukan reinterpretasi dengan teknologi pengolahan data modern.
Lima WK Migas Lainnya Juga Dimenangkan
Selain Blok Rupat, Kementerian ESDM mengumumkan pemenang lelang lima WK Migas lainnya, yakni WK Sapukala, Natuna D-Alpha, Bengara II, Pesut Mahakam, dan Puri.
Secara keseluruhan, enam WK yang dilelang memiliki total nilai komitmen pasti US$141,512 juta, atau sekitar Rp2,50 triliun dengan asumsi kurs Rp17.698 per dolar AS. Total bonus tanda tangan dari enam WK tersebut mencapai US$1,6 juta, atau sekitar Rp28,32 miliar.
Untuk WK Sapukala, pemenang lelang adalah Eni Indonesia Limited dengan total nilai komitmen pasti US$8 juta dan bonus tanda tangan US$200 ribu.
WK Natuna D-Alpha dimenangkan PT Nations Petroleum dengan total nilai komitmen pasti US$103,309 juta serta bonus tanda tangan US$200 ribu.
Selanjutnya, WK Bengara II dimenangkan Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited dengan total nilai komitmen pasti US$16,5 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu.
WK Pesut Mahakam dimenangkan PT Timur Hijau Investama dengan komitmen pasti US$7,403 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu. Perusahaan yang sama juga memenangkan WK Puri dengan total nilai komitmen pasti US$3,35 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu. (Iswandi/MS/int)
Penulis : MS
Editor : Redaksi






