Lampung Selatan, NagaNews. Co, – Peringatan Harlah Fatayat NU ke-76 menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama sekaligus mendorong organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman melalui transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MWC NU Tanjung Bintang, H. Arifin Rahman, dalam rangkaian peringatan Harlah. Ia menegaskan peran strategis Fatayat NU sebagai wadah kaderisasi perempuan muda yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Perkuat Kaderisasi sebagai Fondasi Utama
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut H. Arifin, usia ke-76 Fatayat NU menunjukkan fase matang dalam perjalanan organisasi. Karena itu, kaderisasi harus terus dikuatkan sebagai fondasi utama gerakan.
“Fatayat NU harus terus memperkuat kaderisasi, mempercepat transformasi digital dalam gerakan dakwah dan sosial, agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kaderisasi yang kuat akan melahirkan generasi perempuan Nahdliyin yang tangguh, moderat, dan berjiwa kepemimpinan visioner.
Tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia” sebagai Arah Gerakan
H. Arifin juga menyoroti tema Harlah ke-76, yakni “Berdaya, Berdaya, Mendunia”, yang dinilainya sebagai refleksi arah gerakan progresif. Ia menjelaskan, “berdaya” menuntut kader Fatayat agar mandiri secara intelektual, sosial, dan ekonomi. Sementara “berdampak” berarti setiap gerakan organisasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Adapun “mendunia” menunjukkan visi Fatayat dalam membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke tingkat global.
Transformasi Digital untuk Memperluas Dakwah
Selain kaderisasi, transformasi digital juga menjadi perhatian utama. Menurut H. Arifin, organisasi perlu memperluas jangkauan dakwah dan pemberdayaan melalui media digital.
“Di era digital, dakwah tidak cukup hanya di mimbar dan majelis. Fatayat harus hadir di ruang-ruang digital, menyebarkan nilai keislaman yang moderat, membangun edukasi publik, serta menjawab persoalan sosial umat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa literasi teknologi dan pemanfaatan platform digital menjadi kunci menghadapi tantangan zaman.
Momentum Harlah untuk Perkuat Militansi Kader
Harlah Fatayat NU ke-76 juga menjadi ajakan bagi seluruh kader untuk menjaga militansi organisasi, merawat tradisi ke-NU-an, serta memperkuat sinergi dengan badan otonom dan seluruh elemen jam’iyah. Dengan begitu, Fatayat NU dapat terus bergerak aktif dalam mengabdi kepada masyarakat.
Fatayat NU Diharapkan Semakin Kokoh
Dengan semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, Fatayat NU diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan perempuan muda Nahdliyin. Organisasi ini harus tetap responsif terhadap perubahan, sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan para ulama. (Budi/Rls)
Penulis : Budi/rilis
Editor : Redaksi






