Langsa, NagaNews.co, – Dalam rangka menciptakan kota Langsa menjadi kota bersih sampah Pemerintah kota Langsa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyediakan sebanyak 23 Becak Motor (Betor) merk Viar dan satu unit Excavator bersumberkan anggaran DOKA tahun 2025.
Sesuai rencana, Betor – betor tersebut nantinya akan digunakan untuk kekepentingan mengangkut sampah rumahan untuk di bawa ke
Selain betor, Pemko Langsa melalui DLH juga melakukan pengadaan satu unit Excavator lengan panjang merk HITACHI yang merupakan satu-satunya di Aceh dengan beban 20 ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Excavator tersebut akan di tempatkan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) desa Pondok Kemuning Kecamatan Langsa Lama.
Kadis DLH kota Langsa Ade Putra Siregar,.ST,.MM yang dikonfirmasi media ini, Sabtu (1 November 2025) mengatakan.
“Alhmdulillah, sebut Putra penuh syukur, kami hadir dalam rangka peusijuk (tepung tawar) terhadap sarana dan prasarana alat pendukung untuk mewujudkan kebersihan kota Langsa.
“Adapun peusijuk (tepung tawar), yang kami lakukan hari ini tambah Putra lagi, yaitu 23 Unit Becak Motor (Betor), dan 1 Unit Excavator yang akan kami tempatkan di TPA.
“Excavator ini timpal kadis LH itu lagi, dikhususkan untuk kepentingan TPA, tidak dibenarkan untuk kepentingan lain di luar TPA, katanya tegas menerangkan.
Lebih lanjut Kadis DLH Kota Langsa Ade Putra Siregar menjelaskan, “untuk mendapatkan berkah agar apa yang kita rencanakan ini dapat berjalan sesuai harapan.
“Pihak kami dari DLH kota Langsa juga mengundang dan menyatuni anak yatim, mudah-mudahan dengan do’a anak yatim, dengan kedisiplinan kerja dari seluruh pegawai yang ada di DLH, kebersihan kota Langsa dapat terwujud, pungkas Putra.
Di tempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) pada DLH Langsa M. Jamil Gade,.S.Sos kepada media ini mengatan, “kami dari DLH kota Langsa akan terus berupaya untuk menjadikan kota Langsa yang kita cintai ini, sebagai kota yang bersih dari sampah.
“Alhamdulillah, kota kita ini, dari jumlah 336 Kabupaten kota yang masuk kedalam daerah darurat sampah di Aceh, kota Langsa terlepas dari status tersebut, artinya kota Langsa tidak termasuk sebagai daerah darurat sampah berdasarkan penilaian kementerian lingkungan Hidup RI.
“Dalam kesempatan ini sambung Jamil Gade Kabid B3 pada DLH lagi, “saya menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya Pemko Langsa dalam mewujudkan kebersihan kota kedepan secara bersamaan -sama.
“Kami yakin, tanpa peran serta masyarakat, tentunya tidak akan berarti apa-apa kerja DLH kota Langsa dalam menuntaskan permasalahan sampah di kota Langsa, karenanya dukung dan tanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan yang kita mulai dari lingkungan masing-masing, pungkas Jamil.
Sementara itu, walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra,.SE dalam sambutannya menjekaskan, “Pemerintah kota Langsa terus berkomitmen untuk mewujudkan kota yang bersih, hari ini kita telah menyediakan 1 Unit Excavator dan 23 Unit Betor pengangkut sampah untuk alat pendukung terwujudnya kebersihan kota kita ini.
Kedepan sabung Walikota Lagi, Pemko Langsa akan kembali menganggarkan pengadaan betor yang berfungsi untuk menjemput sampah dari rumah-rumah warga, pemko Langsa akan terus berupaya untuk menciptakan kebersihan kota Langsa.
“Karena itu, kami Pemerintah kota Langsa mengharap dukungan dan kerja samanya dari semua pihak baik masyarakat maupun pihak lain guna terwujudnya apa yang kita harapkan yaitu Kota Langsa kota beesih sampah, ungkap Walikota.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Kabid dan Staf dari dinas DLH, selain dari itu tampak hadir Bustami,.SH dari Inspektorat Langsa, perangkat Desa Gampong Matang Seulimeng, dan undangan lainnya. Adapun peusijuk (tepung tawar) dilkukan langsung oleh Walikota Langsa Jeffry Sentana didampingi Kepala Dinas DLH Ade Putra Siregar. (B.01)






