Mahasiswa Papua Terdampak Banjir di Kota Langsa, Minta Perhatian Enam Pemerintah Daerah di Tanah Papua

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Mahasiswa asal Papua yang tinggal di Kota Langsa, Aceh.

Ket. Foto : Mahasiswa asal Papua yang tinggal di Kota Langsa, Aceh.

Langsa, Aceh, NagaNews. Co, – Sejumlah mahasiswa asal Papua yang tinggal di Kota Langsa, Aceh, terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 26–30 November 2025. Banjir yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan banyak kawasan pemukiman terendam, fasilitas umum rusak, dan aktivitas masyarakat lumpuh selama beberapa hari.

Dampaknya turut dirasakan oleh mahasiswa Papua yang tinggal di berbagai kontrakan dan kost di Kota Langsa. Setelah banjir surut, para mahasiswa menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan. Banyak barang pribadi seperti perlengkapan belajar, pakaian, kasur, alat tidur, hingga peralatan elektronik rusak akibat tertutup lumpur tebal.

Beberapa tempat tinggal yang mereka huni juga mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan waktu dan biaya untuk dibersihkan serta dipulihkan agar kembali layak ditempati. Kondisi semakin sulit karena akses distribusi sembako ke Kota Langsa terganggu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan penghubung utama menuju jalur masuk logistik dilaporkan putus, membuat pasokan bahan makanan dan kebutuhan pokok terhambat. Akibatnya, harga sembako melonjak tajam dan ketersediaan barang di pasaran semakin terbatas.

Situasi ini menambah beban para mahasiswa yang harus memulihkan kondisi pascabencana sekaligus menanggung biaya kebutuhan hidup yang meningkat.

Dalam konfirmasinya, Selasa (2 Desember 2025) Ketua Korwil Mahasiswa Papua di Kota Langsa Mepa menjelaskan bahwa tekanan yang dirasakan mahasiswa semakin besar karena mereka berada jauh dari keluarga, sementara kondisi ekonomi pascabencana menjadi tidak stabil.

“Situasi ini sangat berat bagi kami. Banyak barang kami rusak akibat lumpur. Sekarang akses sembako juga terputus karena jembatan rusak, jadi harga naik dan kami kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Karena itu, kami berharap kepada pemerintah daerah di Tanah Papua dapat memperhatikan kondisi kami,” ujar Ketua Korwil Mahasiswa Papua di Langsa.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Papua di Langsa berasal dari enam provinsi di Tanah Papua—Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Dalam kondisi darurat ini, mereka sangat membutuhkan bantuan berupa sembako, perlengkapan belajar, pakaian, serta dukungan pemulihan pascabencana agar dapat kembali beraktivitas secara normal, tutup Mepa. (B.01/ril)

Berita Terkait

Antrean Solar Subsidi Membeludak, Polsek Medan Labuhan Turun Atur Lalu Lintas di SPBU
Harga Bapokting di Kota Langsa Stabil Sepekan, Sejumlah Komoditas Alami Fluktuasi Ringan
Wamen Dikdasmen RI Kunjungi Sekolah Maitreyawira Dumai: Guru Adalah Arsitek Masa Depan Bangsa
Green Policing di Pesisir Dumai: Kapolda Riau Tanam Mangrove untuk Masa Depan Lancang Kuning
Peringatan Diabaikan, Wako Agung Tertibkan Kabel Semrawut: Provider Tak Berizin Kena Sanksi
Polda Riau Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 310 Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Tahapan Pilchiksung Kota Langsa Berlanjut, P2G dari 47 Gampong Ikuti Bimbingan Teknis
Pemprov Riau Gelar Penandatanganan Pakta Integritas untuk SPMB Bersih dan Berkeadilan
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:18 WIB

Antrean Solar Subsidi Membeludak, Polsek Medan Labuhan Turun Atur Lalu Lintas di SPBU

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:35 WIB

Harga Bapokting di Kota Langsa Stabil Sepekan, Sejumlah Komoditas Alami Fluktuasi Ringan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wamen Dikdasmen RI Kunjungi Sekolah Maitreyawira Dumai: Guru Adalah Arsitek Masa Depan Bangsa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Green Policing di Pesisir Dumai: Kapolda Riau Tanam Mangrove untuk Masa Depan Lancang Kuning

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:26 WIB

Peringatan Diabaikan, Wako Agung Tertibkan Kabel Semrawut: Provider Tak Berizin Kena Sanksi

Berita Terbaru