Pekanbaru, NagaNews. Co, – Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit swadaya Provinsi Riau merujuk surat Penetapan Harga TBS Kelapa No. 03 Periode 4 Februari hingga 10 Februari 2026, telah menyepakati harga sawit Riau umur 9 tahun naik Rp. 56,72/Kg menjadi Rp. 3.544,28/kg.
Berikut harga TBS sawit swadaya Provinsi Riau berdasarkan penelusuran media dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, sawit umur 3 tahun Rp 2.741,39/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 3.059,46/Kg; sawit umur 5 tahun Rp. 3.285,52/Kg; sawit umur 6 tahun Rp. 3.412,75/Kg; sawit umur 7 tahun Rp. 3.489,40/Kg; sawit umur 8 tahun Rp. 3.531,87/Kg.
Sementara sawit umur 9 tahun Rp. 3.544,28/Kg dan sawit umur 10-20 tahun Rp. 3.506,37/Kg, sawit umur 21 tahun Rp. 3.446,36/Kg, dan sawit umur 22 tahun Rp. 3.377,53/Kg, sawit umur 23 tahun Rp 3.299,27/Kg, sawit umur 24 tahun Rp. 3.240,06/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp. 3.191,41/Kg.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan ini dipicu oleh tren positif di pasar komoditas global. Supriadi merincikan bahwa indeks K yang digunakan pada periode ini berada di angka 92,67%. Tercatat, harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) minggu ini mengalami lonjakan sebesar Rp.551,58, sementara harga kernel atau inti sawit juga merangkak naik sebesar Rp.378,96 dibandingkan pekan lalu.
Supriadi menegaskan bahwa fluktuasi harga yang menguntungkan petani ini murni didorong oleh penguatan harga internal CPO dan kernel di tingkat produsen. Dia berharap stabilitas harga ini dapat terus terjaga untuk mendukung produktivitas lahan sawit di Riau yang merupakan salah satu sentra perkebunan terbesar di Indonesia. Selain faktor pasar, Disbun Riau berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan tata kelola penetapan harga agar tetap berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang transparan dan akuntabel. “Membaiknya tata kelola ini adalah kerja keras kolektif seluruh stakeholder. Komitmen bersama ini pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan riil para petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat luas,” tutup Supriadi. (***)
Penulis : MS
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Bisnis.com






