Kasus Penganiayaan di Bandara Soetta Seret Dua Anggota DPRD Pekanbaru, Warga: Ini Memalukan

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Tangkapan layar ilustrasi dugaan penganiayaan salah satu anggota DPRD Pekanbaru terhadap rekannya sendiri. (Sumber: iNews)

Keterangan Foto: Tangkapan layar ilustrasi dugaan penganiayaan salah satu anggota DPRD Pekanbaru terhadap rekannya sendiri. (Sumber: iNews)

Pekanbaru, NagaNews.co — Nama DPRD Kota Pekanbaru tengah menjadi sorotan menyusul dugaan keterlibatan dua anggotanya dalam kasus penganiayaan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedua anggota dewan tersebut dikabarkan berasal dari PDI Perjuangan dan Partai Hanura.

Peristiwa yang disebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) itu kini berujung pada laporan polisi. Laporan resmi diterima oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (10/8/2026).

Polisi Masih Selidiki Kronologi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Ade Mona Prihatna, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait.

“Memang betul, saat ini Polisi Bandara sedang menangani perkara tersebut,” ujar Ade saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Meski disebut terjadi di area Terminal 3, polisi belum mengungkap kronologi lengkap maupun penyebab pasti insiden karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Untuk kejadiannya, memang betul di area Terminal 3. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Polisi juga masih mengundang pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk dimintai keterangan. Namun, mengenai pemeriksaan terhadap pelapor maupun terlapor, polisi belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Warga Pekanbaru Kecewa: “Sangat Memalukan”

Kabar ini mengundang keprihatinan masyarakat Pekanbaru. Pasalnya, pihak yang terseret perkara bukanlah orang biasa, melainkan wakil rakyat yang mendapatkan mandat dari masyarakat.

“Kalau benar sampai terjadi penganiayaan, tentu sangat memalukan. Mereka itu anggota dewan, seharusnya memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik,” ujar seorang warga Pekanbaru yang enggan disebutkan identitasnya kepada media ini, Kamis (20/8/2026).

Warga lainnya menilai persoalan tersebut seharusnya tidak sampai mencoreng nama lembaga DPRD Pekanbaru.

“Mereka membawa nama Pekanbaru. Apalagi kejadiannya di tempat umum dan menjadi laporan polisi. Kalau memang ada persoalan, seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” katanya.

Menurut warga, masyarakat memilih anggota DPRD bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga berharap para wakil rakyat mampu menjaga sikap dan memberikan teladan.

“Rakyat saja kalau punya masalah diminta jangan main hakim sendiri. Anggota dewan mestinya lebih paham aturan dan memberikan contoh,” ujarnya.

Meski demikian, warga juga mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum polisi menyelesaikan penyelidikan dan mengungkap fakta sebenarnya.

Tunggu Hasil Hukum

Kini perhatian publik tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan. Masyarakat menunggu penjelasan resmi kepolisian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta hingga dua anggota DPRD Pekanbaru tersebut terseret dalam perkara dugaan penganiayaan.

Jika dugaan tersebut terbukti, persoalannya bukan lagi sekadar perselisihan antarindividu. Ada nama baik dua wakil rakyat, dua partai politik, sekaligus citra DPRD Pekanbaru yang ikut dipertaruhkan. (MS/berbagai sumber/int)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sabu Senilai Rp84,5 Miliar Digagalkan Masuk Riau, Dua Kurir Dibekuk
Polres Kampar Bongkar Peredaran 1,1 Kg Sabu, Kurir Dibayar Rp500 Ribu
Polres Way Kanan Bongkar Dugaan Peredaran Narkoba di Gedung Batin, Sita 140,90 Gram Sabu dan 40 Butir Ekstasi
Ungkap Kasus Narkotika di Bumi Ratu, Polres Way Kanan Amankan Dua Tersangka dan Seorang ABH
Jenderal Bintang Tiga Baru: Herry Heryawan dan Filosofi Amanah di Kursi Kabaharkam Polri
Herry Heryawan Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri, Irjen Arman Achdiat Gantikan Kapolda Riau
Prabowo Usulkan Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, DPR Gelar Fit and Proper Test
Polda Riau Perkuat Deteksi Dini Kamtibmas, Karhutla hingga Kejahatan Jalanan Jadi Perhatian
Berita ini 28 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Sabu Senilai Rp84,5 Miliar Digagalkan Masuk Riau, Dua Kurir Dibekuk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Polres Kampar Bongkar Peredaran 1,1 Kg Sabu, Kurir Dibayar Rp500 Ribu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Polres Way Kanan Bongkar Dugaan Peredaran Narkoba di Gedung Batin, Sita 140,90 Gram Sabu dan 40 Butir Ekstasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Ungkap Kasus Narkotika di Bumi Ratu, Polres Way Kanan Amankan Dua Tersangka dan Seorang ABH

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Jenderal Bintang Tiga Baru: Herry Heryawan dan Filosofi Amanah di Kursi Kabaharkam Polri

Berita Terbaru