PHR Hadirkan Strategi Biodiversitas Berkelanjutan di Hutan.ID Fest 2026

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: PT Pertamina Hulu Rokan memaparkan Biodiversity Action Plan sebagai upaya perlindungan ekosistem dan menjaga habitat satwa di sekitar daerah operasi di Zona Rokan.

Keterangan foto: PT Pertamina Hulu Rokan memaparkan Biodiversity Action Plan sebagai upaya perlindungan ekosistem dan menjaga habitat satwa di sekitar daerah operasi di Zona Rokan.

Pekanbaru, NagazNews.co – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati selaras dengan operasional dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dalam ajang pameran Hutan.ID Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan pada 23–25 Oktober 2026 di Pekanbaru, Riau, PHR mengajak pengunjung untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan.

Kehadiran booth edukatif PHR Zona Rokan disambut antusias oleh pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa. PHR memaparkan berbagai program keberlanjutan serta pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah operasinya.

Manager HSE Environment Zona Rokan, R. Budi Soenarto Koesoemo, menjelaskan bahwa upaya perlindungan ekosistem oleh PHR berjalan terukur dan sistematis melalui Biodiversity Action Plan. Program keberlanjutan ini dirancang untuk menjawab dinamika serta perubahan habitat satwa di sekitar daerah operasi, terutama di kawasan Duri Steam Flood dan Hutan Talang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PHR Zona Rokan menerapkan empat pilar utama dalam strategi perlindungan keanekaragaman hayati, yaitu: (1) restorasi lahan dan peningkatan tutupan vegetasi; (2) penguatan kelembagaan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta perlindungan satwa; (3) inventarisasi dan kajian flora-fauna; serta (4) pengembangan sistem informasi biodiversitas dan digitalisasi data keanekaragaman hayati.

Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, PHR secara konsisten melaksanakan program penanaman pohon di sekitar wilayah operasional Wilayah Kerja (WK) Rokan. Pada tahun 2026, PHR menargetkan penanaman 1.325 bibit pohon, dengan realisasi saat ini telah mencapai 1.025 bibit yang mencakup 25 jenis pohon kayu, peneduh, dan buah-buahan.

Selain itu, PHR memperkuat kelembagaan serta kesadaran pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Manggala Agni, serta mengedukasi masyarakat sekitar wilayah operasi melalui sinergi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), sekaligus meningkatkan kesadaran akan perlindungan spesies dan habitat satwa.

PHR juga melakukan inventarisasi dan studi flora-fauna berupa pemasangan perangkat pemantau otomatis, seperti perekam bioakustik dan camera trap, di kawasan Duri Steam Flood dan Hutan Talang. Bioakustik mengidentifikasi satwa melalui suara, sedangkan camera trap memantau mamalia nokturnal dan sensitif tanpa memicu bahaya atau gangguan manusia.

“Data ini berfungsi memperbarui baseline keanekaragaman hayati, mendeteksi dini potensi konflik manusia–satwa liar, dan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, PHR mengembangkan Sistem Informasi Biodiversitas dan Digitalisasi Data. Pengembangan seluruh data riset dan inventarisasi keanekaragaman hayati secara digital melalui Biodiversity Information System penting untuk mendukung pemantauan ekosistem berkelanjutan,” tuturnya.

Program Biodiversity Action Plan ini diimplementasikan melalui kerja sama strategis dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sinergi ini memadukan rehabilitasi lahan, perlindungan satwa, digitalisasi data, hingga pengembangan agroforestri.

Selain fokus pada ekosistem, program keberlanjutan PHR didukung oleh kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas produksi pertanian, peternakan, serta penciptaan sumber ekonomi baru, program ini diharapkan dapat memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasi.

Pada sesi diskusi interaktif, PHR mengajak generasi muda peduli terhadap pelestarian hutan dengan memanfaatkan keberadaan kawasan konservasi lokal.

“Ada banyak pilihan bagi anak muda untuk mencintai hutan, salah satunya melalui media sosial yang luas saat ini. Kota Pekanbaru memiliki akses yang sangat baik untuk melihat hutan secara langsung, seperti Taman Hutan Raya (Tahura). Mumpung kita tinggal tidak jauh dari hutan, ayo main dan berkunjung ke hutan. Berkunjung ke Tahura bisa memberikan pengalaman serta perspektif yang berbeda tentang mencintai alam,” tutur Budi.

Hutan Rumbai, Rumah Sejuk bagi Sepesies Dilindungi

Keberadaan Hutan Rumbai yang berdampingan langsung dengan Komplek Perkantoran (Komperta) PHR di Rumbai, Pekanbaru, merupakan salah satu bentuk komitmen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Bagi PHR, upaya mempertahankan hutan merupakan ikhtiar perusahaan untuk mewariskan alam yang lestari serta melindungi satwa di dalamnya di setiap daerah operasi.

Kawasan Hutan Rumbai menawarkan suasana alam yang asri dan sejuk, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Hutan sekunder tua seluas 420 hektare yang terbagi atas kawasan barat, timur, dan koridor ini berfungsi sebagai penyangga kehidupan.

Hutan Rumbai menyimpan kekayaan flora yang sangat tinggi dengan teridentifikasinya 366 jenis pohon pada 2024, termasuk empat jenis pohon langka seperti Tembesu, Kulim, Jelutung, dan Gaharu, serta berbagai jenis anggrek dan jamur makroskopis. Selain itu, kawasan ini dihuni oleh 177 spesies burung—22 di antaranya merupakan satwa dilindungi seperti Sikep-madu Asia dan Enggang Cula—serta berbagai jenis mamalia dan primata.

Berbagai satwa dilindungi seperti Lutung Kelabu, Simpai, Owa Ungko, Kukang, hingga tapir, kucing emas, dan trenggiling dapat hidup dengan aman di dalam kawasan hutan ini. “Untuk mendukung kelangsungan hidup satwa tersebut, PHR secara aktif melakukan program kepedulian lingkungan, seperti sosialisasi perlindungan hutan dan penanaman ratusan bibit pohon buah untuk menambah pasokan pakan primata,” ujar Budi Koesoemo.

Hutan.ID Fest 2026 dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan strategis program prioritas pemerintah, menjadikan inovasi sebagai kunci untuk mewujudkan konservasi, rehabilitasi, pengelolaan, dan pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari Pemerintah Provinsi Riau. Asisten III Setdaprov Riau, Job Kurniawan, menekankan pentingnya melihat keberadaan hutan dari berbagai dimensi strategis yang saling berkaitan. Menurutnya, hutan bukan sekadar isu lingkungan hidup, melainkan fondasi penting bagi perekonomian, kebudayaan, pembangunan, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.

“Hutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi, kebudayaan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan perlindungan hutan tidak hanya dilihat dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari jumlah pohon yang tumbuh, keberlanjutan ekosistem, dan manfaatnya bagi masyarakat,” ucap Job Kurniawan. (red)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Hms PHR

Berita Terkait

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Situasi Memanas, Eksekusi Lahan di Helvetia Ditunda; Polisi Pilih Utamakan Keselamatan Jiwa
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:50 WIB

BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB