Pemetaan Drone Tanpa Izin, Kuasa Hukum PKS Riau Lapor Yayasan ke Polda

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto :  Ilustrasi aktivitas pemetaan dan pemotretan udara menggunakan drone tanpa izin pemilik objek. (dok.ist)

Keterangan Foto : Ilustrasi aktivitas pemetaan dan pemotretan udara menggunakan drone tanpa izin pemilik objek. (dok.ist)

Pekanbaru, NagaNews.co – Aktivitas drone yang terbang di atas kawasan pabrik kelapa sawit tanpa izin akhirnya berujung pada meja hijau. Simanungkalit Huang & Partners Law Firm (SHP), kuasa hukum salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Riau, resmi melaporkan Yayasan Riau Madani ke Polda Riau, Jumat (21/8/2026).

Langkah hukum itu ditempuh setelah pihak perusahaan mencium adanya aktivitas pemetaan dan pemotretan udara yang dinilai ilegal—tanpa restu pemilik objek maupun izin dari otoritas berwenang. Penasihat Hukum SHP, Tommy Freddy Manungkalit, menyebut tindakan itu tak sekadar merugikan kliennya, tetapi juga menabrak sejumlah aturan perundang-undangan.

“Klien kami sangat dirugikan. Yayasan Riau Madani melakukan pemetaan dan pemotretan udara secara ilegal, yang jelas melanggar Pasal 57 juncto Pasal 44 UU Nomor 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara, serta Permenhub PM 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Drone,” ujar Tommy dalam konferensi pers di sebuah kafe kawasan Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berhenti di situ, Tommy menyoroti fakta hukum lain yang membuat kasus ini kian pelik. Saat ini, kliennya dan Yayasan Riau Madani tengah berperkara di Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian dengan nomor perkara 125/Pdt.Sus-LH/2026/PN.Prp. Dalam sengketa yang masih bergulir itu, Tommy menilai foto-foto drone yang diajukan yayasan sebagai bukti harus memenuhi asas legalitas—termasuk cara perolehannya.

“Bukti foto yang mereka ajukan di pengadilan diambil menggunakan drone tanpa izin dari klien kami. Kami tidak anti-teknologi, tapi penggunaannya harus taat aturan, terlebih bila menyangkut hak privasi dan kepentingan pihak lain,” tegasnya.

Tommy juga mengingatkan ancaman pidana yang mengintai. Berdasarkan UU Pengelolaan Ruang Udara, setiap orang yang beraktivitas di wilayah udara tanpa izin atau menyimpang dari peruntukannya dapat dipidana penjara maksimal delapan tahun dan/atau denda hingga Rp3 miliar.

“Kami berharap Polda Riau serius menindaklanjuti laporan ini dan memprosesnya secara objektif. Semua ada aturan mainnya, tidak boleh seenaknya sendiri, apalagi untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.

SHP menegaskan kesiapannya bersikap kooperatif dengan menyerahkan seluruh dokumen dan bukti pendukung yang dibutuhkan penyidik. Langkah ini, kata Tommy, merupakan bentuk perlindungan hak dan kepentingan klien di tengah derasnya arus teknologi yang kian sulit dibendung.

Hingga berita ini diturunkan, NagaNews.co masih terus berupaya menghubungi pengurus Yayasan Riau Madani untuk meminta tanggapan. Redaksi pun tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak yayasan atas laporan yang dilayangkan SHP ke Polda Riau. (MS)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:50 WIB

BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB