Aktivis Desak Kejaksaan Usut Oknum Direksi Agrinas, Ancam Tuntut Pembubaran Satgas PKH

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Tangkap layar ilustrasi dugaan

Keterangan foto: Tangkap layar ilustrasi dugaan "ketidakberesan" oknum Agrinas.(dok.ist)

Pekanbaru, NagaNews.co — Sekelompok aktivis menuntut Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) segera dibubarkan. Pasalnya, sejumlah penunjukan mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara terhadap kebun kelapa sawit hasil sitaan Satgas terindikasi hasil persekongkolan oknum Direksi.

Menurut mereka, kerja keras Satgas PKH yang berhasil menyita kembali kebun sawit di lahan negara akan sia-sia jika kebun tersebut dikelola dengan tidak becus oleh Agrinas yang diisi oknum tidak pro visi Presiden.

“Kejaksaan selain bagian dari Satgas PKH, tugas pokoknya adalah sebagai penegak hukum. Oleh sebab itu, kami minta Kejaksaan segera periksa oknum Direksi Agrinas yang mengutak-atik SK (Surat Keputusan) penunjukan atau penugasan KSO. Jika itu tidak dilakukan, maka kami minta Satgas PKH sebaiknya dibubarkan. Kita akan suarakan besok,” ungkap Juru Bicara JANGAN OLIGARKI, Ali Junjung, kepada sejumlah wartawan di Pekanbaru, Rabu (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan ini akan disampaikan langsung ke Kejaksaan selaku penegak hukum sekaligus koordinator Satgas PKH pada Jumat, 11 September 2026.

Menurut kelompok yang menamakan diri Jaringan Aktivis Penjaga Aset Negara dari Oligarki (JANGAN OLIGARKI) ini, Kejaksaan jangan membiarkan masalah KSO berlarut-larut tanpa ada penegakan hukum.

Ali mengatakan, hasil kerja Satgas PKH melaksanakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 yang berhasil merebut kekayaan alam dari penguasaan oligarki secara ilegal akan menjadi sia-sia jika oknum Agrinas malah dibiarkan “main mata” dengan oligarki.

Dijelaskannya, Agrinas yang digadang-gadang sebagai pionir terpercaya dalam mengelola sumber daya alam yang selama ini dikuasai oligarki secara ilegal semakin melenceng dari tujuan awal pendirian.

“Perombakan Direksi ternyata tak membuat tata kelola KSO kebun kelapa sawit hasil sitaan Satgas PKH semakin membaik. Aksi mengubah atau mengutak-atik SK KSO atau penugasan sementara oleh oknum Direksi dibiarkan terjadi dan semakin merajalela. SK penugasan malah dibagikan ke kawan-kawan mereka, bahkan pemain lama. Presiden dikelabuhi,” ungkap Ali.

Mata aktivis JANGAN OLIGARKI menyorot sosok Direktur Operasional PT Agrinas Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Nofil Anoverta. Dikatakan, sejak awal penunjukan Tuhu sebagai Direktur Operasional sangat aneh jika dilihat dari rekam jejaknya.

“Cek saja di media nasional. Di situ dimuat Tuhu Bangun saat masih berdinas di BUMN PTPN 5 pernah diperiksa kasus perumahan karyawan. Ia disebut menjual lahan PTPN 5 ke pengusaha bernama Edi Djohan sebagai developer perumahan. Kita tidak tahu ujung perkara itu apakah naik penyidikan atau dihentikan. Apakah kita percaya Tuhu Bangun dan Edi Djohan tidak bermitra lagi di Agrinas? Nanti akan kita ungkap,” kata Ali.

Menurutnya, rekam jejak itu akhirnya terbukti memperlihatkan kinerja Tuhu yang kerap mengubah SK KSO. Bahkan, terindikasi pemain lama ditunjuk sebagai KSO. Tindakan ini, menurut Ali, seharusnya diawasi oleh Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan, yaitu Nofil.

“Ubah-ubah SK penugasan yang tidak transparan dan akuntabel ini membuat ketidakpastian pengelolaan yang berdampak kepada tertundanya produksi dan program strategis nasional. Kenapa dibiarkan oleh Direksi Kepatuhan? Ini patut dicurigai ada kesepakatan,” lanjutnya.

Menurut Ali, kebun yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat dan pendapatan negara justru menjadi sumber konflik akibat ulah oknum yang tidak mengerti visi Presiden Prabowo.

“Presiden sudah memaparkan Paradox Indonesia dan solusinya adalah melawan oligarki. Slogan Agrinas adalah ‘Energi Hijau, Masa Depan Berkelanjutan’. Apakah oligarkinya yang berkelanjutan?” tanya Ali.

Ia memaparkan potensi konflik atau kegaduhan hingga benturan fisik akan terus terjadi akibat praktik oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Harusnya yang keberlanjutan itu adalah kepastian usaha melalui produktivitas perkebunan sawit dengan cara keberlanjutan pemupukan, pemeliharaan, dan pemanenan. Itulah penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Bukan kegaduhan dan potensi konflik hingga benturan fisik yang berlanjut,” sebutnya.

Ali menambahkan, jika semangat dalam Perpres 5 Tahun 2025 ingin dilanjutkan, maka Satgas PKH harus segera menagih denda administratif dan Kejaksaan harus mengusut oknum-oknum Agrinas.

“Jika oknum Direksi ini tidak diperiksa karena kebal hukum, baiknya Satgas PKH dibubarkan saja karena hasil kerja kerasnya menjadi sia-sia. Presiden sudah dikelabuhi oknum-oknum di Agrinas. Kita akan terus suarakan tuntutan ini daripada negara rugi, rakyat jadi korban,” tutupnya. (MS**)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:50 WIB

BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB