Jakarta, NagaNews.co – Perum Perhutani menyiapkan lebih dari 20 juta bibit untuk mendukung musim tanam 2026. Bibit tersebut akan ditanam di lahan seluas sekitar 26 ribu hektare yang tersebar di 57 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).
Direktur Operasi Perum Perhutani Wawan Triwibowo mengatakan, kegiatan penanaman menjadi bagian penting dalam penerapan pilar Sustainable Forest Stewardship atau pengelolaan hutan berkelanjutan dalam transformasi Perhutani.
“Penanaman itu dimaksudkan untuk menjaga daya dukung lingkungan, memperkuat tata air, menyerap emisi karbon dan membuat aset hutan perusahaan tetap produktif dari tahun ke tahun,” kata Wawan dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wawan, terdapat 31 jenis tanaman yang disiapkan untuk musim tanam tersebut. Jenis tanaman meliputi tanaman kehutanan seperti jati, pinus, mahoni dan sengon, tanaman multiguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS), serta berbagai jenis tanaman konservasi.
Salah satu persiapan dilakukan di KPH Bandung Utara. Perhutani bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN melakukan penebaran benih pinus sebagai tahap awal penyemaian bibit untuk mendukung musim tanam mendatang.
Kegiatan serupa juga dilakukan di 26 KPH lainnya dengan total benih pinus yang ditebar mencapai 162 kilogram.
Wawan menegaskan, keberhasilan menjaga fungsi hutan tidak hanya bergantung pada kegiatan penanaman, tetapi juga kualitas bibit dan ketepatan waktu tanam.
“Penanaman musim 2026 lebih dari sekadar kerja rutin operasional. Ini merupakan wujud komitmen Perhutani dalam merawat dan menjaga keberlanjutan ekosistem hutan,” ujarnya.
Ia mengatakan, penyediaan lebih dari 20 juta bibit dari 31 jenis tanaman untuk areal sekitar 26 ribu hektare di 57 KPH diharapkan dapat memastikan setiap petak lahan dikelola secara terukur dan produktif.
“Dengan 20 juta lebih bibit dari 31 jenis tanaman untuk 26 ribu hektare di 57 KPH, kami ingin setiap petak lahan diurus secara terukur dan berdaya guna.
Hasilnya diharapkan seimbang, baik secara ekologis maupun ekonomi, bagi masyarakat dan negara,” kata Wawan.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan, kegiatan penyemaian menjadi salah satu upaya Perhutani sebagai pengelola hutan di Pulau Jawa untuk memastikan ketersediaan bibit unggul bagi kegiatan penghijauan.
Menurutnya, pemilihan jenis tanaman pada masing-masing KPH disesuaikan dengan kondisi lahan, iklim setempat dan karakteristik ekologis wilayah.
Khoerur menilai komitmen Perhutani dalam menjaga keberlanjutan hutan perlu terus diperkuat. Sebagai perusahaan umum yang mendapat mandat mengelola hutan negara, Perhutani memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan keberadaan hutan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Persiapan musim tanam termasuk bagian penting dari tugas itu,” katanya. (Tobing/red)
Penulis : Tobing
Editor : Redaksi






