Dumai, NagaNewsi, co, – Menurut informasi yang berhasil di rangkum tim wartawan yang terdiri dari LakiNews.Com dan NagaNews. Co, menyebutkan, bahwa hingga saat ini, aktivitas illegal logging di wilayah hukum Polsek Sungai Sembilan – Dumai (Riau ) masih tetap berjalan lancar
Padahal menurut sumber tim wartawan yang bergabung di LakiNews. Com dan NagaNews. Co di lapangan, bahwa berita tentang kegiatan Ilegal loging, di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai – Riau itu telah sempat viral akibat ada nya upaya dugaan kriminalisasi yang dilakukan oleh oknum suruhan pengusaha illog terhadap sejumlah wartawan dan sejanggota salah satu LSM di Riau
Konon dugaan penganiayan dan intimidasi tersebut terjadi sekitar 2 bulan lalu. Dimana saat itu, ke lima orang warga Dumai yang bergerak mengatas nama kan tim (Wartawan dan LSM) melakukan investisigasi di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai -Riau, untuk mengungkap praktik usaha ilegal berupa dugaan pencurian, penebangan, pengolahan kayu hasil hutan dari daerah Sinepis Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sayang nya. Ke lima warga Dumai itu kabar nya sempat di hadang oleh puluhan warga Kecamatan Sungai Sembilan dengan alasan kegiatan cari nafkah mereka di usik. Bahkan dalam kejadian penghadangan tersebut. Satu orang wartawan di Dumai sempat mengalami pemukulan oleh oknum yang di duga kaki tangan oknum pengusaha ilegal logging
” Saya kira akibat kejadian itu mereka, maksud saya pelaku Illog itu di larang melakukan aktivitasnya. Eh tak tau nya para oknum penjarahan kayu di kawasan hutan konservasi itu semakin menjadijadi. Bukti nya setiap hari berton-ton kayu siap olah terus keluar dari kawasan hutan konservasi tanpa hambatan dari pihak penegak hukum di Kecamatan Sungai Sembilan ini. ” Ujar salah seorang sumber ke tim wartawan LakiNews Com dan NagaNews. Co di Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu (12/03/2025 ) kemarin
Aneh nya hingga saat ini kasus dugaan pemukulan dan intimidasi tersebut tidak naik ke tahap penyidikan. Padahal barang bukti berupa kayu bahan jadi, alat pengangkut berupa mobil pic up udah sempat digiring tim pelaku investigasi yang kena pukul dan intimidasi ke halaman Polsek Sungai Sembilan.
Menariknya lagi, ketika hal dugaan pemukulan dan intimidasi ini di pertanyakan kepada Kapolres Dumai yang baru, AKBP Hardi Dinata H, S.I.K., M.M beberapa bulan lalu. Orang nomor satu di Polres Dumai ini justru menyarankan wartawan untuk konfirmasi langsung ke anggotanya yang membidangi kehumasan di Polres Dumai
Sementara Humas Polres Dumai, AKP Nelly saat di konfirmasi wartawan lewat WhatsApp No 0852-7864-xxxx terkait kejadian dugaan pemukulan dan dugaan intimidasi di Kecamatan Sungai Sembilan. Beliau justru berkata.
” Izin pak sudah saya konfermasi dengan Polsek Sungai Sembilan dan Polres tidak ada laporan tentang hal tersebut pak 🙏. ” Ujar AKP Nelly menjawab Wartawan tanggal 6 February 2025 lalu.
Lebih mengejutkan menurut sumber, bahwa seorang yang diduga sebagai kaki tangan mafia kayu, berinisial FR, kata nya dengan angkuh menantang media untuk memberitakan kasus ini sesering mungkin.
“Silakan kalian beritakan, kapan perlu tiga kali sehari dan di semua media yang ada, itu takkan ada pengaruhnya, karena semua sudah dikasih makan,” ujar FR dengan jumawa kepada seorang Jurnalis yang tidak disebut namanya.
Dengan ada nya pernyataan seperti yang disampaikan oknum di atas, sehingga menimbulkan praduga kalau tidak berhentinya pelaku kegiatan illog di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai akibat adanya dugaan Beck Up dari para Oknum Penegak Hukum di Kota Dumai
Sejauh ini, tim wartawan yang terdiri LakiNews. Com dan NagaNews. Co belum berhasil menemui dan konfirmasi kepada Kapolda Riau. (Tim )






