Opini : Baihaqi
Aceh, NagaNews. Co,-Jauh sebelum terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluh lantakkan sejumlah wilayah di propinsi Aceh dan daerah lain yakni Sibolga, Sumatera Barat pada beberapa waktu lalu.
Hal tersebut sudah di isyaratkan oleh pergerakan gerombolan gajah liar yang kerap masuk ke pemukiman dan kebun milik warga di Kabupaten Aceh Timur tepatnya di desa Seumanah Jaya dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya di Seumanah Jaya, gerombolan gajah Sumatera juga ikut mengobrak-abrik kebun milik warga lain yang berada di Buket Meunggeng Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur.
Atas rentetan peristiwa yang sudah berlangsung jauh sebelum terjadinya banjir bandang dan tanah longsor pada tanggal 26 November 2025, ternyata kawanan gajah telah menunjukkan isyarat adanya kerusakan habitat mereka, hanya saja penduduk tidak peka dengan isyarat yang disampaikan gajah, padahal sesungguhnya kedatangan mereka ke pemukiman masyarakat, dikarenakan rumah mereka yang jauh diatas bukit telah rusak, akibat adanya perambahan hutan secara masif.
Seiring berjalannya waktu, isyarat yang ditunjukkan segerombolan gajah liar Sumatera akhirnya terungkap, tak lama kemudian saat hujan mengguyur Sumatra, teejadi peristiwa banjir, yang begitu dahsyat di Aceh. Banjir tersebut membawa ribuan batang kayu gelondongan, yang patut dicurigai berasal dari aktivitas perambahan hutan oleh tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Penebangan hutan tak sanggup dikendalikan, akibat keserakahan oknum yang terus berlanjut tanpa memperdulikan dampak terhadap kerusakan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan yaitu bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Terlepas dari itu, Isyarat lain juga diperlihatkan oleh munculnya gajah Putih yang sedang berjalan di lereng bukit, kejadian tersebut merupakan kejadian langka dalam sejarah dan kita lagi-lagi tidak memahami pertanda apa dengan kemunculan Gajah Putih tersebut.
Alhasil, banjir bandang dan tanah longsor pun terjadi yang merusak berbagai infrastruktur jalan dan jembatan, sekolah serta ratusan rumah ikut tersapu banjir, serta rusaknya ribuan hektare lahan persawahan. Tak hanya itu, ribuan nyawa masyarakat juga ikut melayang.
Harapan :
Terjadinya bencana banjir dan tanah longsor tersebut, hendaknya dapat menjadi Ibrah (pelajaran) bagi kita dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan alam dimasa yang akan datang.
Penulis : Baihaqi
Editor : M. Sinaga






