Sebagai Penyambung Tangan Pemerintah, Aksi Demo Kantor Geuchik Tidak Tepat

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, NagaNews.co,-
Dampak bantuan yang akan disalurkan Pemerintah pasca banjir kepada masyarakat khususnya dikota Langsa hal tersebut telah memicu terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat ke kantor Geuchik seperti yang terjadi di Desa Pondok Kemuning Kecamatan Langsa Lama pada Selasa kemarin tanggal 10 Februari 2026.

Terkait hal tersebut menurut sejumlah sumber aparatur desa, langkah tersebut dinilai tidak tepat dilakukan terhadap kantor Geuchik, Pemerintah desa berperan sebagai penyambung tangan pemerintah kabupaten/Kota dimana dalam menjalankan tugasnya mengacu kepada perintah aturan yang diterapkan pimpinan atas.

“Pada proses penerimaan formulir untuk bantuan pasca banjir yang diserahkan warga, untuk itu semua sudah ditindaklanjuti oleh pihak desa ke Dinas terkait Pemko Langsa untuk selanjutnya dilakukan pendataan, sedangkan penentuan siapa yang dapat, untuk itu bukan lagi ranahnya pihak desa yang menentukan, karena itu tidak tepat jika ada warga yang melakukan demo aksi protes kekantor geuchik, ungkap sumber yang minta namanya tidak dipublikasikan awak media naganews.co, Rabu (11 Februari 2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya lagi, “jauhkan praduga negatif terhadap kerja aparatur desa, karena sejauh ini tidak terbesit sedikitpun di hati aparatur desa untuk melakukan penyimpangan terkait bantuan pemerintah pada kategori rumah yang rusak sedang, ringan, dan rusak berat pasca banjir November lalu.

Ia menambahkan, “untuk verifikasi data selanjutnya akan melibatkan dinas terkait dan unsur lain TNI serta mahasiswa untuk melihat langsung kondisi dilapangan apakah sesuai dengan formulir yang di ajukan atau tidak, jika sesuai dan layak, maka warga yang dimaksud berhak atas bantuan pasca banjir itu, tidak ada intervensi yang dilakukan pihak desa, pungkasnya.

Menyikapi potensi meluasnya aksi unjuk rasa terhadap kantor Geuchik. Untuk hal ini perlu adanya upaya antisipasi yang dilakukan oleh stek holder yang ada di kota Langsa terutama Pemko Langsa untuk mengambil kebijakan agar bantuan tersebut diberikan secara merata kepada warga terdampak banjir.

Semetara kepada masyarakat diharapkan dapat menjaga kondusifitas dalam wilayah Gampong masing-masing di kota Langsa. Selain itu jangan terprovokasi dengan ajakan yang dapat menggangu Kamtibmas di desa, demikian NagaNews.co. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Harga Bapokting di Kota Langsa Stabil Sepekan, Sejumlah Komoditas Alami Fluktuasi Ringan
Wamen Dikdasmen RI Kunjungi Sekolah Maitreyawira Dumai: Guru Adalah Arsitek Masa Depan Bangsa
Green Policing di Pesisir Dumai: Kapolda Riau Tanam Mangrove untuk Masa Depan Lancang Kuning
Peringatan Diabaikan, Wako Agung Tertibkan Kabel Semrawut: Provider Tak Berizin Kena Sanksi
Polda Riau Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 310 Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Tahapan Pilchiksung Kota Langsa Berlanjut, P2G dari 47 Gampong Ikuti Bimbingan Teknis
Pemprov Riau Gelar Penandatanganan Pakta Integritas untuk SPMB Bersih dan Berkeadilan
Kerahkan Heli Water Booming, Puluhan Personel Gabungan Padamkan Karhutla di Bengkalis
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:35 WIB

Harga Bapokting di Kota Langsa Stabil Sepekan, Sejumlah Komoditas Alami Fluktuasi Ringan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wamen Dikdasmen RI Kunjungi Sekolah Maitreyawira Dumai: Guru Adalah Arsitek Masa Depan Bangsa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Green Policing di Pesisir Dumai: Kapolda Riau Tanam Mangrove untuk Masa Depan Lancang Kuning

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:26 WIB

Peringatan Diabaikan, Wako Agung Tertibkan Kabel Semrawut: Provider Tak Berizin Kena Sanksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polda Riau Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 310 Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru