Langsa, NagaNews. Co, – Puluhan wartawan di Kota Langsa menyatakan kekecewaan terhadap pengurus Partai Golkar DPD II Kota Langsa yang diduga memanfaatkan momen Lebaran Idulfitri 1 Syawal 1447 H/2026 M sebagai ajang politik praktis.
Peristiwa ini bermula dari undangan yang menyebutkan bahwa Partai Golkar DPD II Kota Langsa, partai dengan lambang pohon beringin tersebut, akan menyalurkan bantuan paket Lebaran bagi insan pers di wilayah Kota Langsa.
Sejumlah wartawan dari berbagai media di Kota Langsa pun hadir di kantor DPD II Partai Golkar yang beralamat di Jalan A. Yani, Kecamatan Langsa Kota, pada Kamis (19/3/2026). Di lokasi, para wartawan yang hadir langsung menuju meja yang disediakan untuk mengisi daftar nama masing-masing media. Di balik meja tersebut, terlihat seorang petugas yang diduga utusan dari pengurus partai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kejutan terjadi ketika bantuan yang diberikan hanya berupa selembar kain sarung bermotif logo Partai Golkar, lengkap dengan satu lembar kertas bergambar H. Ilham Pangestu, anggota DPR RI. Hal ini langsung mengecewakan seratusan wartawan online yang hadir. Sebagian dari mereka bahkan mengembalikan bantuan tersebut.
Pemberian satu lembar kain sarung dengan logo partai itu dinilai insan pers sebagai tindakan yang merendahkan profesi wartawan di Kota Langsa. Mereka menduga pemberian tersebut sengaja dilakukan untuk membungkam independensi kerja pers.
“Kami kecewa dengan kelakuan pengurus Partai Golkar Kota Langsa. Bayangkan, momen Lebaran kok sempat-sempatnya dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis partai yang mereka usung,” ujar salah seorang wartawan.
Ia menambahkan, “Seharusnya kejadian ini tidak perlu terjadi. Kalau memang tidak ada anggaran, ya tidak usah memaksakan diri untuk memberi kepada awak media,” celotehnya yang enggan namanya ditulis usai mengembalikan kain yang diberikan.
Wartawan lainnya juga menyampaikan kekecewaan serupa. “Kejadian ini layak kami duga sebagai bentuk pengecilan terhadap insan pers. Harga diri kami dinilai rendah, seolah-olah dengan satu lembar kain sarung, mereka bisa mengatur kerja-kerja insan pers di Kota Langsa.”
Ia juga menduga bahwa H. Ilham Pangestu tidak mengetahui atau menyuruh kegiatan pembagian kain sarung tersebut. “Ini murni inisiatif pengurus DPD II Partai Golkar Kota Langsa. Karena itu, perlu ditinjau ulang siapa yang punya inisiatif dalam pembagian ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, politik praktis adalah serangkaian upaya, strategi, dan tindakan nyata yang dilakukan individu atau kelompok (partai politik) untuk memperoleh, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaan, jabatan, atau wewenang publik dengan tujuan meraih suara demi kemenangan partai di masa mendatang, demikian disampaikan wartawan Kota Langsa. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






