Rokan Hilir (Rohil), NagaNews.co — Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.25 WIB itu berlangsung di Aula Kantor Camat Simpang Kanan, Jalan M. Yazid Hamta, Kelurahan Simpang Kanan. Penyuluhan diikuti 51 peserta, terdiri dari 9 orang unsur pemerintah kecamatan, 7 orang Danramil beserta jajaran, 6 orang Polsek, 25 orang masyarakat, serta 4 orang Masyarakat Peduli Api (MPA).
Tim penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Camat Simpang Kanan Musliadi, S.E., Danramil 03 Bagan Sinembah Kapten Inf Khairul Anwar, Kapolsek Simpang Kanan Iptu Donald Sihombing, Sekcam Simpang Kanan Rahmadiarto, S.Ap., Kepala Puskesmas Simpang Kanan drg. Nini Juniarti, Lurah Simpang Kanan Abdul Azmi, perwakilan perusahaan, personel TNI-Polri, para penghulu se-Kecamatan Simpang Kanan, MPA, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Simpang Kanan Musliadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Mabes TNI yang telah hadir memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Menurutnya, kehadiran Tim Mabes TNI diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang rawan terjadi kebakaran.
“Kecamatan Simpang Kanan bersama Forkopimcam, pemerintah kepenghuluan, TNI, Polri, perusahaan, dan masyarakat akan terus meningkatkan koordinasi serta patroli guna mencegah terjadinya Karhutla,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak sehingga sinergi dan komunikasi antarinstansi harus terus diperkuat.
Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), dalam penyuluhannya menjelaskan bahwa kehadiran Tim Mabes TNI merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI berdasarkan perintah Presiden melalui Panglima TNI, khususnya dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“TNI memiliki tugas membantu penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.
Ia menerangkan, Karhutla dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi wilayah Riau yang memiliki kawasan lahan gambut dengan karakteristik tertentu sehingga sebagian wilayah memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi, terutama saat cuaca panas dan kering.
Selain faktor alam, perubahan kondisi lingkungan juga dipengaruhi aktivitas manusia, seperti alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian serta aktivitas industri yang berpotensi memberikan dampak terhadap keseimbangan lingkungan.
Pemerintah, lanjutnya, juga melakukan berbagai upaya dalam menghadapi ancaman Karhutla, salah satunya melalui modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan sebagai bagian dari langkah penanggulangan kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Mabes TNI menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, MPA, perusahaan, dan masyarakat. Penanganan Karhutla dinilai tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan gerakan terpadu dari seluruh unsur.
Sinergi TNI dan Polri juga terus dilakukan melalui patroli di desa maupun kepenghuluan, terutama pada wilayah yang dinilai rawan. Langkah tersebut bertujuan mencegah sekaligus mendeteksi secara dini potensi terjadinya Karhutla.
Seluruh unsur juga diminta tidak menunggu api membesar. Upaya pencegahan, pemantauan, dan penanganan harus dilakukan sejak ditemukan tanda-tanda awal kebakaran.
Perusahaan dan masyarakat yang berada di wilayah rawan Karhutla diimbau memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, seperti mesin pompa, selang, sumber air, dan peralatan pemadam lainnya agar selalu dalam kondisi siap digunakan.
Apabila ditemukan titik api, kepulan asap, atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat, BPBD, maupun petugas terkait sehingga dapat dilakukan pengecekan dan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas.
Tim Mabes TNI juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan yang diisi dengan penyampaian materi, tanya jawab, dan foto bersama tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.08 WIB.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh unsur di Kecamatan Simpang Kanan semakin meningkat. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, MPA, dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat, khususnya dalam patroli, pemantauan wilayah rawan, kesiapan sarana pemadaman, serta percepatan pelaporan apabila ditemukan titik api.
Upaya bersama tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya Karhutla sekaligus meminimalkan risiko meluasnya kebakaran apabila terjadi di wilayah Kecamatan Simpang Kanan. (N.09)
Penulis : N. 09
Editor : Redaksi






