Terciduk : Antri Beli BBM Ternyata Untuk Dijual Kembali, Harganya “Menggila”

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Oknum Masyarakat Yang Mengepul BBM, Sedang Memindahkan Pertalite, Untuk di Jual Kembali Dengan Harga Tinggi.

Ket. Foto : Oknum Masyarakat Yang Mengepul BBM, Sedang Memindahkan Pertalite, Untuk di Jual Kembali Dengan Harga Tinggi.

Langsa, NagaNews. Co,- Terciduk, seorang oknum masyarakat yang ikut antri BBM bukan untuk keperluan pribadi melainkan untuk dijual guna meraup keuntungan ditengah duka dan penderitaan masyarakat pasca banjir melanda beberapa waktu lalu.

Oknum masyarakat yang berhasil terjepret kamera tersebut terpantau tengah menguras BBM jenis Pertalite dari Tangki sepeda motor masuk ke dalam botol air mineral (Aqua) ukuran 1,5 liter.

Hal tersebut di lakukan oknum yang tidak bertanggung jawab itu diduga setelah dirinya usai melakukan pengisian BBM di SPBU Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat – Kota Langsa, Selasa sore sekira pukul 17.45 Wib, (16 Desember 2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari penelusuran yang dilakukan media NagaNews.co ketempat – tempat pedagang BBM eceran di kota Langsa mendapati harga jual BBM untuk satu botol Aqua (ex air mineral) berukuran 1,5 liter dibandrol dengan harga bervariasi.

Pedagang BBM eceran yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan saudaranya pasca bencana banjir tersebut menjual kembali BBM itu seharga, Rp. 30 – 35 ribu, dan bahkan ada yang menjual hingga Rp 50 ribu, dalam per botolnya.

Sementara untuk botol ukuran kecil yang biasanya dijual 5 ribu, hingga 6 ribu rupiah, pasca banjir terjadi, dijual seharga 10 ribu hingga 15 ribu rupiah. Meski harga mencekik leher, banyak pengguna kendaraan yang terpaksa membelinya, walau berlipat-lipat lebih mahal.

Dugaan Pemicu Antrian Panjang.

Dampak dari ulah oknum yang akan menjual kembali BBM secara eceran tersebut hal itu berpotensi terjadinya antrian panjang disejumlah SPBU. Terkait hal itu, masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan roda empat meminta dan berharap kepada penilik SPBU agar pendistribusian dan penyaluran BBM dilakukan secara jeli.

Sementara kepada APH diharapkan ikut mengawasi serta mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang kedapatan menjual BBM subsidi dengan harga jual yang tidak wajar, hal tersebut perlu dilakukan dalam upaya percepatan pemulihan situasi pasca bencana banjir dikota Langsa segera terwujud, demikian penelusuran NagaNews.co. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : M. Sinaga

Berita Terkait

Patroli KRYD Polsek Medan Labuhan Digelar, Antisipasi Kejahatan di Titik Rawan
Kapolda Riau Pimpin Sertijab, Rotasi Besar di Tubuh PJU dan Kapolres
Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolsek Siak Hulu Turun ke Lahan Dampingi Petani Jagung
Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan
Kodam XIX/Tuambusai Gelar Ramp Check Satgasyon 132/Bima Sakti, Pastikan Kesiapan Personel dan Alutsista
HMI Cabang Langsa Sampaikan Pokok Pikiran untuk Selamatkan Integritas TNI
Peringati HUT ke-79, Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Karya Bakti di Masjid Raya Pekanbaru
Wujudkan Swasembada Pangan, Sekjen Kemendagri: Rangkul Penyuluh Pertanian
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 22:05 WIB

Patroli KRYD Polsek Medan Labuhan Digelar, Antisipasi Kejahatan di Titik Rawan

Senin, 13 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kapolda Riau Pimpin Sertijab, Rotasi Besar di Tubuh PJU dan Kapolres

Senin, 13 Juli 2026 - 12:52 WIB

Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolsek Siak Hulu Turun ke Lahan Dampingi Petani Jagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:59 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:14 WIB

Kodam XIX/Tuambusai Gelar Ramp Check Satgasyon 132/Bima Sakti, Pastikan Kesiapan Personel dan Alutsista

Berita Terbaru