Langsa, NagaNews.co – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa menyikapi problematika implementasi Asta Cita Presiden RI tahun 2026 dengan menyampaikan pokok-pokok pikiran strategis untuk menjaga integritas TNI .
Sejarah mencatat korelasi erat antara HMI dan TNI, khususnya saat G30S/PKI ketika TNI berperan melindungi organisasi ini dari upaya pembubaran . Karena itu, HMI merasa memiliki tanggung jawab moral menjadi garda terdepan menjaga nama baik institusi yang masih dipercaya masyarakat tersebut.
Pada Kamis, 9 Juli 2026, rombongan HMI Cabang Langsa yang dipimpin Ketua Abdi Maulana bersama perwakilan komisariat (Vemansyah dari Hukum Unsam, Baldan dari Ekonomi Unsam, dan Rifqi dari FKIP Unsam) menyambangi Makodim 0104/Aceh Timur .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan yang disambut langsung Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf. Novi Widyanto, S.E. beserta staf ini berlangsung alot, membahas solusi atas problematika implementasi Asta Cita. Di akhir diskusi, HMI menyerahkan Surat Nomor: 050/B/SEK.01/1448 yang ditujukan sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden RI, Panglima TNI, dan Pangdam Iskandar Muda .
Empat Pokok Pikiran HMI Cabang Langsa :
1. Menolak komersialisasi Asta Cita yang berpotensi merusak integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
2. Mendesak sosialisasi UU TNI Tahun 2025 (revisi UU No. 34/2004) secara masif, khususnya di internal institusi TNI.
3. Mendukung penuh keterlibatan TNI dalam Asta Cita sebagai alat pertahanan negara, penegak kedaulatan, dan pelindung NKRI.
4. Menolak keterlibatan penuh TNI dalam urusan keagamaan, akuntansi publik, pembangunan fisik, dan praktik komersialisasi birokrasi.
“Ini adalah bentuk partisipasi aktif dan tanggung jawab moral HMI terhadap institusi TNI yang kami cintai,” ujar Abdi Maulana, berharap pokok pikiran ini menjadi pertimbangan kebijakan di tingkat pusat . (B.01/rilis)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






