Dinas PPPA Tapteng Gandeng YPI dan Save the Children, Sosialisasi Program PROTEKTA Perkuat Perlindungan Anak Hadapi Bencana

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Kepala Dinas PPPA Tapteng Rahmadiah Hanum bersama perwakilan Yayasan Pusaka Indonesia dan Save the Children dalam sosialisasi Program PROTEKTA di Kecamatan Tukka.

Keterangan Foto : Kepala Dinas PPPA Tapteng Rahmadiah Hanum bersama perwakilan Yayasan Pusaka Indonesia dan Save the Children dalam sosialisasi Program PROTEKTA di Kecamatan Tukka.

Tapanuli Tengah, NagaNews.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) dan Save the Children meluncurkan sosialisasi Program PROTEKTA (Perlindungan Anak di Tapanuli Tengah). Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kerentanan anak-anak di wilayah rawan bencana.

Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka pada 27 Juli 2026, dan Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun pada 1 Agustus 2026.

Anak Kelompok Paling Rentan Terdampak Bencana

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmadiah Hanum, S.E., M.M., menegaskan bahwa dampak bencana sangat dirasakan oleh kelompok rentan, terutama anak-anak.

“Mereka sering kali menghadapi kenyataan pahit, seperti kehilangan tempat tinggal, terputusnya akses pendidikan, hingga meningkatnya potensi risiko eksploitasi, kekerasan, dan pengabaian,” ujarnya kepada media, Rabu (5/8/2026).

Situasi darurat tersebut, lanjutnya, menegaskan urgensi perlunya sistem perlindungan anak yang lebih kuat, responsif, dan terintegrasi agar hak-hak dasar anak tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun.

Keterangan Foto : Suasana sosialisasi Program PROTEKTA di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, bersama Yayasan Pusaka Indonesia, Dinas PPPA Tapteng, dan warga setempat.
Penguatan PATBM sebagai Pendekatan Utama

Rahmadiah menjelaskan, pendekatan utama yang dinilai paling relevan adalah penguatan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM). Melalui pembentukan forum di tingkat desa atau kelurahan, masyarakat didorong berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan dini kasus kekerasan, sekaligus membangun ruang aman dan ramah anak.

Keterlibatan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal menjadi fondasi agar sistem perlindungan ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Program PROTEKTA, dari Komunitas hingga Kabupaten

Program PROTEKTA di Kabupaten Tapanuli Tengah dirancang secara komprehensif untuk mengembangkan sistem perlindungan anak dari tingkat akar rumput hingga penguatan mekanisme rujukan di tingkat kabupaten.

Di tingkat komunitas (desa/kelurahan):

· Pembentukan Forum PATBM
· Peningkatan kapasitas layanan dasar penanganan kasus
· Inisiasi perencanaan pembangunan desa/kelurahan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan perlindungan anak

Di tingkat kabupaten:

· Pembentukan gugus tugas lintas sektoral
· Penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus
· Pengembangan sistem pengaduan multi-kanal yang mudah diakses masyarakat

Tujuan jangka panjang program ini adalah membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan, terintegrasi, dan adaptif terhadap risiko bencana. Dengan fondasi kokoh di tingkat komunitas dan dukungan kelembagaan yang kuat di tingkat kabupaten, Tapanuli Tengah diharapkan dapat bergerak menuju status Kabupaten Layak Anak (KLA).

Antusiasme Warga di Dua Lokasi

Sosialisasi di Kelurahan Bona Lumban dan Desa Muara Sibuntuon mendapat sambutan antusias. Kegiatan dihadiri oleh Marjoko dan Elfrida dari Yayasan Pusaka Indonesia, Witri Jani (Save the Children), Lurah Bona Lumban Henderson Sitompul, Kades Muara Sibuntuon Selina Simangunsong, serta para kepling/kadus, pengurus PKK, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan.

Program PROTEKTA yang diinisiasi Yayasan Pusaka Indonesia ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Diharapkan program ini memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. (RM)

Penulis : RM

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Buron Sejak 2023, Terduga Pelaku Curanmor di Way Kanan Dibekuk Tim URC Polres
Kabid GTK Provinsi Lampung Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Pemberitaan SMA 2 Blambangan Umpu
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Langsa Gelar Apel Gabungan
KKN 06 IAIN Langsa Sosialisasikan “Stop Bullying” di MIS Al-Muttaqin Tanjung Putus
Mahasiswa KKN 06 IAIN Langsa Gelar Sosialisasi Menabung Sejak Dini di MIS Al Muttaqin
KKN 06 IAIN Langsa Hadirkan Pojok Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca di Desa Tanjung Putus
Kepala BSKDN Dorong Pemda Lindungi Inovasi Daerah melalui Kekayaan Intelektual
Kurang dari 12 Jam, Terduga Pembunuh Security PT AKG Sungsang Menyerahkan Diri ke Polres Way Kanan
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Buron Sejak 2023, Terduga Pelaku Curanmor di Way Kanan Dibekuk Tim URC Polres

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Kabid GTK Provinsi Lampung Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Pemberitaan SMA 2 Blambangan Umpu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Langsa Gelar Apel Gabungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:51 WIB

KKN 06 IAIN Langsa Sosialisasikan “Stop Bullying” di MIS Al-Muttaqin Tanjung Putus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa KKN 06 IAIN Langsa Gelar Sosialisasi Menabung Sejak Dini di MIS Al Muttaqin

Berita Terbaru