Polri Terus Perkuat Operasi Kemanusiaan di NTT, Kirim 10 K9 dan 3,4 Ton Logistik

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Suasana pemberangkatan tim K9 dan bantuan logistik Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo, Minggu (16/8/2026).

Keterangan Foto: Suasana pemberangkatan tim K9 dan bantuan logistik Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo, Minggu (16/8/2026).

Jakarta, NagaNews.co – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar operasi kemanusiaan dengan mengirimkan perkuatan personel, anjing pelacak (K9), serta bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo pada Minggu (16/8/2026).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri guna memperkuat kapasitas Polda NTT dalam penanganan darurat bencana. Sehari sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel gabungan dari satuan SAR Brimob, DVI, Dokkes, Humas, Slog, dan Propam.

Perkuatan K9 untuk Pencarian Korban

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 21 personel tim K9—terdiri atas pawang, dokter hewan, dan paramedis K9—diberangkatkan bersama 10 ekor anjing K9 yang memiliki kemampuan spesifik dalam pelacakan dan pencarian korban. Mereka diangkut menggunakan pesawat CN-295/P-4501.

Seluruh K9 menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum keberangkatan, meliputi kondisi fisik, kesiapan kerja, kecukupan pakan, perlengkapan, serta kenyamanan kennel selama perjalanan dan saat bertugas di lapangan. Pemeriksaan ini dinilai krusial untuk memastikan konsentrasi dan daya tahan anjing pelacak dalam menghadapi medan bencana yang menantang.

Pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA. Setibanya di lokasi, tim akan segera berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan prioritas operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Tim juga siap dialihkan ke daerah lain sesuai perkembangan situasi.

3,4 Ton Logistik dan Obat-obatan

Selain personel dan K9, pesawat kali ini membawa total 3.411 kg (3,4 ton) peralatan dan bantuan kemanusiaan, yang terdiri atas:

· 409 kg obat-obatan;
· 45 dus makanan siap saji;
· 10 unit Wontech;
· peralatan SAR dan K9;
· pakan K9;
· 10 unit kennel box;
· perlengkapan operasional tim K9;
· spanduk dan stiker pendukung kegiatan.

Seluruh bantuan akan didistribusikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT serta disesuaikan dengan kebutuhan riil di wilayah terdampak.

Polri Bergerak Berdasarkan Kebutuhan

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Hari ini kami kirimkan tidak hanya personel, tetapi juga kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan, dan logistik yang sangat dibutuhkan. Polda NTT bergerak langsung di lapangan, sementara Mabes Polri terus menyiapkan dan mengirimkan perkuatan berdasarkan kebutuhan aktual,” jelasnya.

Trunoyudo menambahkan, prinsip utama yang dipegang adalah bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dukungan Transportasi dan Kesiapan Lanjutan

Untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau, Polri menyiapkan tiga helikopter AW169 serta memanfaatkan pesawat CASA yang telah ditempatkan di wilayah NTT.

Operasi kemanusiaan akan terus berjalan secara dinamis. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan tambahan personel, peralatan, dan bantuan yang perlu dikirimkan pada tahap berikutnya.

Dari Pondok Cabe ke Labuan Bajo, Polri menunjukkan komitmennya: K9 dalam kondisi prima dan siap bertugas, personel siaga menolong, serta logistik terus mengalir untuk meringankan beban masyarakat NTT. (MS**)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Mendagri Tito Dukung Perkada Tapteng: Saya Back Up Jika DPRD Tak Setuju
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Jumat, 11 September 2026 - 23:47 WIB

Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB