Jarak Pandang di Pekanbaru Turun Drastis ke 500 Meter Akibat Kiriman Asap Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Suasana kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (18/8/2026) pagi, mengganggu jarak pandang pengendara.

Keterangan Foto: Suasana kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (18/8/2026) pagi, mengganggu jarak pandang pengendara.

Pekanbaru, NagaNews.co – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (18/8/2026) pagi, membuat jarak pandang di ibu kota Provinsi Riau itu sempat turun drastis hingga hanya mencapai 500 meter.

Fenomena ini diduga berasal dari kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Kerumutan. Berdasarkan pantauan Stasiun Meteorologi BMKG Pekanbaru, sejumlah titik panas dengan intensitas sedang hingga tinggi terdeteksi di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Pekanbaru, Muliadi, mengaku merasakan langsung dampak kabut asap saat mengantar anaknya ke sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pagi ini jarak pandang saat berkendara sangat pendek, mata juga terasa perih. Kami harus lebih waspada dan hati-hati. Ini pasti dampak karhutla, tapi dari mana ya? Apa di Pekanbaru juga ada?” ujarnya.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh arah angin yang dominan bergerak dari tenggara ke selatan.

“Angin membawa partikel asap dari Pelalawan menuju Pekanbaru, sehingga jarak pandang menurun secara signifikan,” jelas Gita.

Meski sempat menyentuh angka 500 meter, Gita menyebutkan bahwa jarak pandang perlahan mulai membaik dan tercatat sekitar 3 kilometer pada siang hari.

Berdasarkan data BMKG hingga Selasa pagi, terpantau sebanyak 75 titik panas di seluruh wilayah Riau. Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 38 titik. Disusul Rokan Hulu (9 titik), Kampar (8 titik), Siak (6 titik), Rokan Hilir (4 titik), Dumai (4 titik), Kepulauan Meranti (2 titik), Indragiri Hulu (2 titik), serta Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar jika jarak pandang masih tergolong rendah. (MS/int**)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi
Pangdam XIX/TT: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Wujud Pengabdian TNI kepada Rakyat
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan 6 Kapolsek Jajaran Polres Kampar
Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI Resmi Diresmikan, Perkuat Kolaborasi Hadapi Kejahatan Lingkungan
1.115 Warga Beutong Ateuh Banggalang Dukung Investasi, Aspirasi Disampaikan ke Komisi III DPR RI
Penempatan Siti Zuriah Sebagai Kepala BKPSDM Langsa Perlu Ditinjau Ulang, Ini Alasannya
Ketua Harian Dekranas Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Perkuat Daya Saing Global Perajin Nusantara
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:21 WIB

Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi

Minggu, 20 September 2026 - 10:58 WIB

Pangdam XIX/TT: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Wujud Pengabdian TNI kepada Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 10:30 WIB

Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Sabtu, 19 September 2026 - 15:33 WIB

Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan 6 Kapolsek Jajaran Polres Kampar

Sabtu, 19 September 2026 - 15:07 WIB

Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI Resmi Diresmikan, Perkuat Kolaborasi Hadapi Kejahatan Lingkungan

Berita Terbaru