Disdikbud Lampung All-Out di Festival Krakatau, Ribuan Pelajar SMA/SMK Meriahkan Karnaval

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, bersama ribuan pelajar SMA/SMK saat memeriahkan Festival Krakatau.

Keterangan Foto: Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, bersama ribuan pelajar SMA/SMK saat memeriahkan Festival Krakatau.

Bandar Lampung, NagaNews.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung tampil maksimal dalam memeriahkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Tak hanya menjadi penonton, ribuan pelajar SMA dan SMK bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 15 kabupaten/kota se-Lampung dikerahkan untuk ikut meramaikan pesta budaya tahunan ini.

Partisipasi dunia pendidikan itu tampak dalam gelaran Lampung Tapis Karnaval yang berlangsung di pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Ribuan peserta dari berbagai elemen berjalan menyusuri Jalan Raden Intan menuju kawasan Tugu Adipura dengan membawa beragam kreasi, atribut, dan busana bernuansa budaya.

Festival Krakatau XXXV tahun ini menjadi ajang kolaborasi besar. Sekitar 6.000 peserta dari 127 tim ambil bagian, terdiri atas pelajar, mahasiswa, Forkopimda, BUMN/BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan swasta, komunitas, sanggar, paguyuban, hingga marching band.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah lautan peserta itu, keterlibatan pelajar SMA dan SMK menjadi salah satu kekuatan utama yang menunjukkan peran dunia pendidikan dalam menghidupkan kebudayaan Lampung. Mereka tidak hanya menjadi peserta karnaval, tetapi juga representasi generasi muda yang membawa identitas budaya Lampung ke ruang publik.

Beragam penampilan mengangkat kekayaan budaya Lampung, baik tradisi masyarakat adat Pepadun maupun Sai Batin, yang disandingkan dengan kreasi seni dan budaya dari daerah lain. Kehadiran pelajar dari satuan pendidikan menengah itu sekaligus memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang penanaman kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan kreatif di luar pembelajaran kelas.

Disdikbud Provinsi Lampung bersama jajaran MKKS se-Lampung berperan mengoordinasikan keterlibatan unsur pendidikan agar festival tidak hanya menjadi agenda pariwisata, tetapi juga ruang pembelajaran kebudayaan bagi generasi muda.

Ribuan Peserta Penuhi Jalan Protokol

Lampung Tapis Karnaval dipusatkan di kawasan Tugu Adipura. Para peserta bergerak dari Jalan Raden Intan menuju Bundaran Gajah Tugu Adipura untuk menampilkan kreasi yang telah disiapkan. Setelah melewati kawasan tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kartini sebelum kembali ke Lapangan Saburai.

Sepanjang rute, suasana berubah menjadi panggung terbuka. Busana adat, atraksi seni, marching band, dan berbagai kreasi peserta membuat pusat Kota Bandar Lampung dipadati warga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menyatakan rangkaian Festival Krakatau hingga pelaksanaan Lampung Tapis Karnaval berjalan dengan baik.

“Rangkaian acara Festival Krakatau sampai hari ini, Lampung Tapis Karnaval juga berjalan lancar,” ujarnya.

Tony menambahkan, evaluasi tetap menjadi bagian penting setelah seluruh rangkaian festival usai. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan dan perbaikan pada penyelenggaraan mendatang.

“Pasti ada beberapa hal yang harus diperbaiki ke depan. Namun mulai 25 hingga 30 Agustus, bahkan nanti malam penutupan, saya sudah melihat keberhasilan. Tingkat keberhasilannya cukup lancar,” katanya.

6.000 Peserta, 127 Tim

Tony menyebut Lampung Tapis Karnaval tahun ini melibatkan sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim.

“Jumlah tim ada 127, dan peserta hampir 6.000 orang,” jelasnya.

Besarnya jumlah peserta itu menunjukkan Festival Krakatau bukan lagi sekadar agenda seremonial pemerintah, melainkan ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurut Tony, penyelenggaraan Festival Krakatau dilakukan dengan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, BUMN, BUMD, media, dan sektor swasta.

“Kami melakukan komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder pentahelix—pemerintah, akademisi, BUMN, BUMD, dan media—agar acara ini berhasil,” katanya.

Kolaborasi itu dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran daerah. Tony menyebut dukungan dari berbagai pihak memungkinkan sejumlah rangkaian kegiatan berjalan dengan penggunaan APBD yang relatif minim.

“Alhamdulillah, APBD yang digunakan sangat minim, dan lebih banyak dari bantuan sponsor. Ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tony berharap pelaksanaan Festival Krakatau selama enam hari, sejak 25 hingga 30 Agustus 2026, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan tahun mendatang.

“Alhamdulillah enam hari, mudah-mudahan ke depan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Ia juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kreativitas dan menghadirkan penampilan yang lebih atraktif serta modern.

“Kami akan terus memotivasi peserta agar lebih berkreasi dan tampil lebih modern,” ujarnya.

Tony menegaskan pengembangan Festival Krakatau ke depan akan tetap mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Acara akan lebih kami ramaikan lagi dan kolaborasikan dengan yang lain. Intinya, kami terus tingkatkan dan evaluasi agar lebih baik lagi,” tutupnya. (Budi)

Penulis : Budi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Mendagri Tito Dukung Perkada Tapteng: Saya Back Up Jika DPRD Tak Setuju
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Jumat, 11 September 2026 - 23:47 WIB

Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB