Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kemendagri, Bachril Bakri, saat memimpin rapat monitoring dan pendampingan percepatan penggunaan Bantuan Presiden untuk korban gempa di NTT.

Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kemendagri, Bachril Bakri, saat memimpin rapat monitoring dan pendampingan percepatan penggunaan Bantuan Presiden untuk korban gempa di NTT.

Jakarta, NagaNews.co – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan Bantuan Presiden bagi daerah terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat segera direalisasikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang menekankan percepatan penyaluran bantuan, khususnya bagi warga di pelosok desa.

“Uang tambahan BTT (Belanja Tidak Terduga) harus cepat dipakai untuk masyarakat, terutama di pelosok-pelosok desa yang sulit dijangkau. Tidak boleh disimpan saja! Kuncinya cepat untuk masyarakat yang membutuhkan,” tegas Mendagri.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kemendagri Bachril Bakri menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) untuk segera memanfaatkan bantuan tersebut. Pengawalan dilakukan melalui lima tim terpadu dari Inspektorat Jenderal (Itjen) dan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) yang memonitor secara aktif progres penggunaan bantuan, agar benar-benar menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan dari monitoring dan pendampingan adalah untuk mendorong percepatan penggunaan Bantuan Presiden yang dialokasikan sebagai tambahan Belanja Tidak Terduga, yang diprioritaskan untuk penanganan dampak bencana,” ujar Bachril dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Ia menambahkan, pendampingan ini juga untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan secara akuntabel serta mencegah potensi penyimpangan. Dengan demikian, bantuan tidak mengendap di kas daerah dan segera dimanfaatkan bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan hasil pendampingan, Pemerintah Provinsi NTT dan delapan kabupaten penerima bantuan telah menetapkan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD serta mengalokasikan bantuan tersebut ke dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dengan tambahan anggaran itu, total BTT untuk penanggulangan bencana di wilayah tersebut mencapai Rp299.539.626.183, meningkat sebesar Rp213.720.316.025 dari anggaran awal Rp85.819.310.158. Tambahan tersebut berasal dari Bantuan Presiden sebesar Rp200 miliar dan bantuan dari pemda lain sebesar Rp13.720.316.025.

Bachril menjelaskan, Bantuan Presiden kini telah digunakan berdasarkan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) yang diajukan oleh perangkat daerah terkait melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing.

Dalam kesempatan itu, tim Kemendagri juga menyampaikan sejumlah arahan kepada Pemda untuk mempercepat penanganan dampak bencana, antara lain:

· Percepatan distribusi logistik dari titik penumpukan kepada masyarakat terdampak;
· Konsolidasi satu data korban, pengungsi, dan kerusakan;
· Percepatan pemanfaatan Bantuan Presiden dengan tetap menjaga akuntabilitas;
· Memastikan keberlanjutan layanan kesehatan dan pendidikan;
· Percepatan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Bachril memastikan tim pendamping Kemendagri akan terus mendorong Pemda mengoptimalkan pengawasan melalui Inspektorat Daerah, agar percepatan penggunaan BTT berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai ketentuan. (MS)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

IKMBD Dumai Gelar HUT ke-34, Soroti Bantuan Sosial hingga Konflik Tanah Kuburan Kristen
Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:39 WIB

IKMBD Dumai Gelar HUT ke-34, Soroti Bantuan Sosial hingga Konflik Tanah Kuburan Kristen

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB