Target Keluar dari Middle Income Trap, Mendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Penyampaian Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Keterangan Foto: Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Penyampaian Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Jakarta, NagaNews.co — Pemerintah terus menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional guna membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa negara-negara yang berhasil menjadi maju umumnya mampu melewati fase tersebut setelah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Spesifik mengenai masalah pertumbuhan ekonomi, kita akan betul-betul kawal bersama. Karena kita ingin keluar dari status negara berkembang dan tidak terjebak pada middle income trap. Salah satu kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bila perlu double digit,” ujar Mendagri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mencapai target tersebut, Mendagri menekankan pentingnya penguatan empat komponen utama pertumbuhan ekonomi yang perlu dioptimalkan secara sinergis oleh pemerintah pusat dan daerah.

Pertama, konsumsi rumah tangga. Komponen ini menyumbang hampir 50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingginya konsumsi mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat, sehingga pemerintah pusat dan daerah perlu menjaga stabilitas ekonomi agar daya beli tetap terjaga.

Kedua, belanja pemerintah. Mendagri menekankan pentingnya realisasi belanja yang sesuai target, baik di pusat maupun daerah. Kemendagri secara berkala mengevaluasi capaian belanja setiap daerah dan menurunkan tim pemantauan bagi daerah dengan realisasi rendah.

“Belanja pemerintah sangat penting untuk meyakinkan bahwa uang pemerintah beredar di masyarakat, sekaligus menstimulasi sektor swasta,” jelasnya.

Ketiga, investasi—baik domestik maupun asing. Peningkatan investasi membuka lapangan kerja, menambah modal, dan mempercepat perputaran uang di masyarakat. Mendagri menekankan peran daerah dalam mempermudah perizinan dan menarik investor.

“Kuncinya adalah bagaimana daerah bisa mempermudah investasi dan mengundang investor agar ekonomi hidup,” ucapnya.

Keempat, nilai ekspor yang lebih tinggi dari impor. Mendagri mendorong pemerintah daerah untuk membantu pelaku usaha dan UMKM agar lebih berorientasi ekspor, serta mengidentifikasi sektor unggulan yang berpotensi menembus pasar internasional.

“Kalau ekspor lebih banyak daripada impor, otomatis kita memiliki devisa dan surplus dalam perdagangan internasional. Itu akan mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Turut hadir dalam rakor tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, serta Plt. Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan KSP Popy Rufaidah. (MS)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Proyek Siring Irigasi APBN di Way Kanan Diduga Bermasalah, Dinding Diduga Hanya Polesan
Pemko Langsa Percepat Input Data SIKN-JIKN, Dorong Tata Kelola Kearsipan Digital yang Akuntabel
Program Unggulan Nikah Gratis Pemko Langsa Semakin Digandrungi Masyarakat, Ini Faktanya
Forum Diskusi Radio Riau Desak Komisioner KPID Segera Dilantik
Media Visit AJP 2026, PHR Dorong Kemandirian Kelompok Disabilitas di Zona Rokan
Rajut Kebersamaan, Wali Kota Langsa Silaturahmi dan Temu Ramah dengan Insan Pers
Abana Murdani Kembali Memimpin PW HUDA Kota Langsa Periode 2026–2030
Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:04 WIB

Proyek Siring Irigasi APBN di Way Kanan Diduga Bermasalah, Dinding Diduga Hanya Polesan

Selasa, 22 September 2026 - 15:41 WIB

Pemko Langsa Percepat Input Data SIKN-JIKN, Dorong Tata Kelola Kearsipan Digital yang Akuntabel

Selasa, 22 September 2026 - 12:43 WIB

Program Unggulan Nikah Gratis Pemko Langsa Semakin Digandrungi Masyarakat, Ini Faktanya

Selasa, 22 September 2026 - 12:12 WIB

Forum Diskusi Radio Riau Desak Komisioner KPID Segera Dilantik

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Media Visit AJP 2026, PHR Dorong Kemandirian Kelompok Disabilitas di Zona Rokan

Berita Terbaru