Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Keterangan foto: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Tangerang, NagaNews.co – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong anak-anak Tanah Papua untuk memiliki cita-cita besar dan menjadi agen perubahan bagi daerahnya. Pesan itu disampaikan Ribka saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Di hadapan lebih dari 300 siswa SLH Gunung Moria yang berasal dari Tanah Papua, Ribka membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai anak Papua hingga berkarier di pemerintahan. Ia menceritakan berbagai pengalaman yang dilaluinya, mulai dari menjadi camat, bupati, kepala dinas, hingga dipercaya sebagai Wamendagri.

Ribka menekankan pentingnya pendidikan dan ketekunan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, kesempatan yang dimiliki para siswa saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui proses belajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kamu harus jadi agen perubahan, kamu harus menjadi agen-agen yang bisa melakukan perubahan-perubahan. Hari ini nasib kita seperti ini, tapi besok kita tidak boleh seperti itu. Anda harus punya mimpi, Anda harus punya harapan, dan di sinilah tempat yang tepat,” katanya.

Ribka kemudian menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan di Papua. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan tinggal bersama orang tuanya, ia merantau untuk melanjutkan SMP dan SMA di Jayapura hingga menempuh pendidikan tinggi di kota tersebut.

Dalam proses penyusunan skripsi, Ribka mengaku pernah menghadapi berbagai keterbatasan. Meski hanya mengandalkan kopi untuk menemani penyusunan skripsi dan tinggal di kos dengan kondisi sederhana, ia tetap berhasil menyelesaikan pendidikan.

“Saya waktu susun skripsi hanya minum kopi dan tidak punya makanan, tapi saya harus ketik terus skripsi saya, dan saya selesai dengan lulusan terbaik. Dan itu perjuangan saya harus mendaki gunung, harus pindah-pindah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ribka menyampaikan bahwa pengalaman lebih dari 30 tahun di birokrasi membuatnya semakin memahami pentingnya pendidikan dan kemauan untuk terus belajar. Meski telah menempuh pendidikan S1, S2, hingga S3 dan mendekati masa pensiun, Ribka masih memiliki keinginan untuk terus belajar.

Karena itu, ia mengajak para siswa SLH Gunung Moria memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan masa depan. Menurutnya, kehidupan perlu direncanakan agar seseorang terus berkembang dan tidak berjalan di tempat.

“Akhir dari cerita saya bahwa saya ingin hari ini kalian masuk 300 lebih, harus selesai juga 300 lebih, jangan sampai ada yang malas-malas, terus ada yang keluar kawin, lain-lain, harus [lulus] sesuai dengan cita-cita,” tegasnya.

Sementara itu, Founder Yayasan Pendidikan Harapan Papua Aileen Hambali Riady menceritakan perjuangannya dalam mengembangkan pendidikan di Tanah Papua, termasuk hingga ke wilayah pedalaman. Ia mengatakan, anak-anak yang ditemuinya memiliki cita-cita untuk menjalani kehidupan dengan melayani sesama.

Menurut Aileen, cita-cita tersebut tercermin dari keinginan anak-anak untuk menjadi dokter maupun guru yang dapat melayani masyarakat. Semangat pelayanan juga terlihat dari para guru yang bersedia mengajar di tengah berbagai tantangan, termasuk persoalan keamanan.

“Bahwa itu semata-mata hanya karena tuntunan, bimbingan, dan kemurahan Tuhan. Begitu banyak guru-guru yang masuk ke pedalaman. Lalu juga dengan tantangan-tantangan keamanan. Namun guru-guru yang keluar bersedia masuk lagi dengan semangat, sukacita, dan banyak sekali hal, yang saya percaya, itu kalau bukan Tuhan, tidak mungkin,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ribka juga menyalurkan bantuan berupa sejumlah laptop kepada SLH Gunung Moria untuk mendukung kegiatan pembelajaran para peserta didik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Jonathan L. Parapak serta para peserta didik dan tenaga pendidik SLH Gunung Moria. (MS)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Abana Murdani Kembali Memimpin PW HUDA Kota Langsa Periode 2026–2030
Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi
Pangdam XIX/TT: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Wujud Pengabdian TNI kepada Rakyat
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan 6 Kapolsek Jajaran Polres Kampar
Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI Resmi Diresmikan, Perkuat Kolaborasi Hadapi Kejahatan Lingkungan
1.115 Warga Beutong Ateuh Banggalang Dukung Investasi, Aspirasi Disampaikan ke Komisi III DPR RI
Penempatan Siti Zuriah Sebagai Kepala BKPSDM Langsa Perlu Ditinjau Ulang, Ini Alasannya
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:47 WIB

Abana Murdani Kembali Memimpin PW HUDA Kota Langsa Periode 2026–2030

Minggu, 20 September 2026 - 23:21 WIB

Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi

Minggu, 20 September 2026 - 10:58 WIB

Pangdam XIX/TT: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Wujud Pengabdian TNI kepada Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 10:30 WIB

Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Sabtu, 19 September 2026 - 15:33 WIB

Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan 6 Kapolsek Jajaran Polres Kampar

Berita Terbaru