Langsa, NagaNews. Co, – Pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, banyak infrastruktur sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat ditemukan dalam kondisi rusak baik berat maupun rusak ringan, diantaranya, jembatan, dan rumah penduduk, demikian hslnya dengan alat-alat perabot rumah tangga tidak ketinggalan ikut hancur berantakan di terjang banjir yang terhitung paling parah yang pernah terjadi di kota Langsa kali ini, Selasa (9 Desember 2025).
Dampak banjir kota Langsa tidak saja merusak akses jalan dan jembatan, lebih dari itu juga menyisakan kenangan pahit, serta menyisakan segudang persoalan yang harus segera ditangani secara seksama guna terwujudnya pemulihan situasi pasca bencana banjir besar melanda di kota tercinta ini.
Sampah-sampah yang berasal dari berbagai jenis barang rumah tangga menumpuk dengan volume tinggi, selain itu lumpur yang dihasilkan banjir juga tidak ketinggalan ikut menghiasi pemandangan sehari-hari ditambah lagi dengan aroma bau sampah yang baunya mulai menyengat di hidung yang kesemua ini akan berpotensi dampak kesehatan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait hal tersebut Plt Kadinkes Langsa Vivi Handayani, SKM,.M.Kes yang dikonfirmasi NagaNews.co mengatakan, “pasca banjir melanda kota Langsa perlu kita perhatikan dan lakukan pencegahan terhadap potensi timbulnya berbagai penyakit seperti Demam, Gatal-Gatal, dan ISPA, ujar Vivi
“Untuk upaya pencegahan dan antisipasi yang kami lakukan yakni dengan cara himbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan seperti mandi minimal dua kali sehari memakai sabun antiseptik, memakai masker jika sedang berada diluar rumah, selain dari itu minum air putih yang cukup, hindari keluar rumah untuk hal-hal yang tidak penting, kemudian jika terindikasi adanya gejala penyakit maka segera periksakan diri dan anggota keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut, ungkap Vivi menghimbau.
Lebih lanjut Plt Kadinkes Langsa menjelaskan, “adapun penyebab timbulnya penyakit seperti gatal-gatal hal ini disebabkan oleh keterbatasannya air bersih yang dimiliki masyarakat, terkait hal ini telah ditangani oleh berbagai pihak seperti TNI/POLRI, dan elemen lain yang tergabung dalam Organisasi.
“Selain dari itu sambung Plt Kadinkes kota Langsa menambahkan, “untuk penyakit ISPA hal ini disebabkan debu yang dihasilkan oleh sisa lumpur kering pasca banjir,Alhamdulillah akibat turun hujan dalam dua hari ini, untuk debu tersebut sudah sedikit berkurang, Sementara Pemko Langsa sendiri terus berupaya untuk mensterilkan sampah dan juga lumpur yang ada diberbagai tempat, mudah-mudahan pemulihan pasca bencana ini akan cepat terlaksana tanpa hambatan, pungkas Kadinkes. (B.01)






