Langsa, NagaNews. Co, – Proyek strategis nasional pembangunan Kampong Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dikerjakan rekanan atas nama PT.Viola Cipta Mahakarya dan Konsultan Pengawas CV.Pelita Buana di Gampong Birem Puntong Kecamatan Langsa Baro – Kota Langsa, dari pantauan dilakukan media NagaNews co, pada beberapa hari lalu.
Proyek yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 10.703.510.776,- rupiah tersebut, selain di dapati tidak rampung tepat waktu, pekerja proyek juga mayoritas berasal dari luar kota Langsa, sementara pekerja lokal diduga sengaja dikesampingkan oleh rekanan.
“Iya bang, pekerja disini mayoritas berasal dari Sumatera Utara, ada dari Pangkalan Brandan, Binjai, Medan, dan tempat lainnya, namanya juga cari rejeki, dimana ada kerjaan, kami siap bekerja, ungkap salah satu dari pekerja dilokasi proyek KNMP tersebut dalam bincang-bincang nya kepada wartawan beberapa waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu Geuchik Gampong Birem Puntong Samsul Bahri yang dihubungi media ini guna dikonfirmasi terkait ada tidak pekerja lokal yang ikut bekerja pada proyek KNMP di wilayahnya mengatakan, “Insya Allah warga Gampong Birem Puntong ada didalam bang sebagai pekerja, selain dari itu koordinasi dengan pihak kami dari desa juga ada, sebut Geuchik singkat menerangkan.
Terlepas dari itu, dari pantauan dilakukan terlihat pengerjaan pembangunan talud penahan material tanah diduga dikerjakan asal jadi dimana lumpur yang berada di alur sungai terpantau tidak terlebih dahulu dibersihkan untuk selanjutnya dilakukan pengecoran pada alas dasar talud tersebut.
Terkait hal itu pengawas lapangan yang dikonfirmasi di lokasi Proyek mengatakan, “untuk pengecoran pondasi bagian bawah (alas dasar) yang merupakan struktur peting pada pembangunan talud kata dia.
“Untuk itu, kami gunakan semen berkualitas, ada obat yang berfungsi untuk memperkuat kondisi material coran semen, sebelumnya pengecoran pada bagian bawah sebagai alas dasar, untuk hal tersebut terlebih dahulu lumpurnya juga sudah dibersihkan, selanjutnya baru kita pasangkan tulang besi untuk memperkuat dinding talud, ungkap pengawas itu yang tidak menyebutkan indentitas namanya kepada wartawan. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






