Tapanuli Tengah, NagaNews.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) dan Save the Children meluncurkan sosialisasi Program PROTEKTA (Perlindungan Anak di Tapanuli Tengah). Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kerentanan anak-anak di wilayah rawan bencana.
Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka pada 27 Juli 2026, dan Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun pada 1 Agustus 2026.
Anak Kelompok Paling Rentan Terdampak Bencana
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas PPPA Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmadiah Hanum, S.E., M.M., menegaskan bahwa dampak bencana sangat dirasakan oleh kelompok rentan, terutama anak-anak.
“Mereka sering kali menghadapi kenyataan pahit, seperti kehilangan tempat tinggal, terputusnya akses pendidikan, hingga meningkatnya potensi risiko eksploitasi, kekerasan, dan pengabaian,” ujarnya kepada media, Rabu (5/8/2026).
Situasi darurat tersebut, lanjutnya, menegaskan urgensi perlunya sistem perlindungan anak yang lebih kuat, responsif, dan terintegrasi agar hak-hak dasar anak tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun.

Rahmadiah menjelaskan, pendekatan utama yang dinilai paling relevan adalah penguatan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM). Melalui pembentukan forum di tingkat desa atau kelurahan, masyarakat didorong berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan dini kasus kekerasan, sekaligus membangun ruang aman dan ramah anak.
Keterlibatan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal menjadi fondasi agar sistem perlindungan ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Program PROTEKTA, dari Komunitas hingga Kabupaten
Program PROTEKTA di Kabupaten Tapanuli Tengah dirancang secara komprehensif untuk mengembangkan sistem perlindungan anak dari tingkat akar rumput hingga penguatan mekanisme rujukan di tingkat kabupaten.
Di tingkat komunitas (desa/kelurahan):
· Pembentukan Forum PATBM
· Peningkatan kapasitas layanan dasar penanganan kasus
· Inisiasi perencanaan pembangunan desa/kelurahan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan perlindungan anak
Di tingkat kabupaten:
· Pembentukan gugus tugas lintas sektoral
· Penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus
· Pengembangan sistem pengaduan multi-kanal yang mudah diakses masyarakat
Tujuan jangka panjang program ini adalah membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan, terintegrasi, dan adaptif terhadap risiko bencana. Dengan fondasi kokoh di tingkat komunitas dan dukungan kelembagaan yang kuat di tingkat kabupaten, Tapanuli Tengah diharapkan dapat bergerak menuju status Kabupaten Layak Anak (KLA).
Antusiasme Warga di Dua Lokasi
Sosialisasi di Kelurahan Bona Lumban dan Desa Muara Sibuntuon mendapat sambutan antusias. Kegiatan dihadiri oleh Marjoko dan Elfrida dari Yayasan Pusaka Indonesia, Witri Jani (Save the Children), Lurah Bona Lumban Henderson Sitompul, Kades Muara Sibuntuon Selina Simangunsong, serta para kepling/kadus, pengurus PKK, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan.
Program PROTEKTA yang diinisiasi Yayasan Pusaka Indonesia ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Diharapkan program ini memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. (RM)
Penulis : RM
Editor : Redaksi






