Langsa, NagaNews. Co, – Media ini melakukan pantauan terhadap keberlanjutan program strategis pemerintah pusat di Kota Langsa, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pantauan, penyajian MBG di Kota Langsa berjalan sesuai dengan ketentuan dan anjuran yang berlaku.
Di sisi lain, hal yang perlu menjadi perhatian adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, dari 24 dapur MBG yang beroperasi, hanya lima SPPG yang telah mengantongi sertifikat tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, Vivi Handayani, kepada media ini beberapa waktu lalu.
Vivi menjelaskan bahwa tidak ada kendala terkait kepemilikan SLHS. Semua SPPG di Kota Langsa telah mengantongi sertifikat yang dimaksud. “Saat ini terdapat lima SPPG yang sudah mendapat sertifikat, sisanya masih dalam proses pengajuan,” ungkap Kadinkes dalam konfirmasinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Media ini juga memantau respons masyarakat terhadap kelangsungan program strategis pemerintah pusat di Kota Langsa. Respons negatif dari sebagian warga ditemukan pada pengadaan bahan makanan MBG, terutama pada penyajian buah-buahan yang terkadang tidak lagi segar. Selain itu, ukuran buah juga diindikasikan tidak sesuai standar.
Untuk pembangunan SPPG, tidak ditemukan kendala di Kota Langsa. Hanya saja, pengawasan diperketat agar ke depan SPPG dapat lebih baik sesuai aturan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pantauan juga menyoroti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kota Langsa. Program PKG terus berjalan hingga saat ini. Kendala yang masih ditemukan adalah bagi pasien lanjut usia yang belum paham dalam mengisi data pendaftaran secara digital.
Program PKG di Kota Langsa menjadi satu-satunya layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Jika terdeteksi adanya penyakit, pihak kesehatan akan segera memberikan obat atau rujukan bagi pasien.
Sejauh ini, program PKG disambut baik oleh semua kalangan. Tidak ada penolakan dari masyarakat. Antusiasme untuk melakukan pemeriksaan gratis terus terlihat setiap hari dengan jumlah pasien yang bervariasi.
Selain PKG, program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) di Kota Langsa terealisasi dengan baik di 66 gampong yang tersebar di lima kecamatan. Saat ini, terdapat 15 titik pembangunan KDMP yang sudah berjalan. Perkiraan progres pembangunan berada pada angka 60 persen pada tahap awal.
Kesimpulan dari pantauan media ini, program pemerintah pusat di Kota Langsa disambut baik oleh semua kalangan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Tidak ada indikasi yang mengarah pada penolakan terhadap kelangsungan program tersebut.
Untuk program MBG, perlu terus dilakukan pembenahan di berbagai aspek yang dianggap perlu. Meskipun saat ini program MBG di Kota Langsa jauh dari masalah, pengawasan intensif tetap harus digalakkan. Peran BGN sangat diharapkan dalam mengawasi SPPG yang ada. Masyarakat berharap ke depan program MBG menjadi lebih baik dan dapat diterima secara berkelanjutan.
Adapun program PKG di Kota Langsa terus berjalan tanpa kendala dalam kelengkapan peralatan. Masyarakat antusias menyambut program PKG sebagai salah satu program strategis pemerintah pusat. Demikian laporan pantauan NagaNews.co. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






