Langsa, NagaNews. Co, – Pemandangan tak biasa terjadi di IAIN Langsa. Seorang Kepala Kejaksaan Negeri berdiri di depan kelas, bukan untuk membahas hukum, melainkan mengajarkan bahasa Inggris kepada mahasiswa.
Adalah Adi Tyogunawan, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Langsa, yang tampil sebagai pemateri dalam Academic Discussion Forum (ADF) bertajuk “Easy Way to Speak English” di Aula Barat, Rabu (15/4/2026). Kehadirannya langsung menyita perhatian dan menuai antusiasme mahasiswa.
Dalam forum tersebut, Adi tidak hanya berbagi teori, tetapi juga pengalaman nyata bagaimana ia menguasai bahasa Inggris dari nol hingga mampu menggunakannya dalam dunia profesional, termasuk di bidang hukum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bahasa Inggris hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Ini penting untuk komunikasi, diskusi, hingga representasi di tingkat yang lebih luas,” tegasnya di hadapan peserta.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Bahasa IAIN Langsa ini menjadi ADF perdana di kampus tersebut dengan konsep interaktif dan aplikatif. Di bawah koordinasi Cut Intan Mutia sebagai penanggung jawab, forum ini berhasil menghadirkan suasana belajar yang hidup dan partisipatif.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, menilai kehadiran Kajari sebagai pengajar menjadi simbol bahwa belajar tidak mengenal batas profesi.
“Ini pesan kuat bagi mahasiswa bahwa siapa pun bisa menjadi pembelajar sekaligus pengajar. Mahasiswa harus tampil sebagai agent of change dengan terus meningkatkan kompetensi diri,” ujarnya.
Adi juga membongkar metode belajarnya yang sederhana namun efektif: belajar melalui menonton, mendengar, membaca, serta membangun kebiasaan mencatat.
“Saya bukan dari latar belakang bahasa Inggris. Kunci saya satu: konsisten. Menulis itu penting, karena kita tidak mungkin mengingat semuanya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa ada empat fondasi utama yang harus dikuasai mahasiswa, yakni grammar, pronunciation, pemahaman verb dan non-verb, serta vocabulary. Keempatnya, kata dia, hanya bisa dikuasai melalui latihan yang berulang.
Forum berlangsung dinamis dengan diskusi interaktif. Mahasiswa bahkan membandingkan pengalaman belajar bahasa Inggris dengan bahasa Arab. Menanggapi hal itu, Adi mengingatkan pentingnya rasa percaya diri.
“Setiap orang punya kelebihan. Jangan rendah diri, tetapi juga jangan sombong. Semua adalah pemberian Allah,” pesannya.
Di penghujung kegiatan, Adi menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris kini menjadi salah satu kunci dalam berbagai seleksi profesi, sehingga memperkuat urgensi penguasaan bahasa tersebut di kalangan mahasiswa.
Melalui ADF ini, IAIN Langsa menunjukkan langkah strategisnya dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan kompetitif di tingkat global. (B.01/ril)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






