Pekanbaru, NagaNews.co, – Aktivis dan mahasiswa tidak yakin dengan pernyataan bahwa Eks Ketua PETIR Jekson Sihombing sering berteriak dan berpotensi membuat kekacauan di dalam lapas. Klaim tersebut sebelumnya disampaikan oleh KTU Lapas Pekanbaru Lukman, mewakili, Kalapas Pekanbaru, saat menerima aksi damai pada Kamis (7/5/2026).
Atas ketidakpercayaan itu, para aktivis meminta Lapas Pekanbaru untuk melakukan panggilan video (video call) dengan Jekson Sihombing yang kini berada di Nusakambangan.
Meski sempat terjadi debat alot dengan pihak lapas, permintaan aktivis untuk dapat video call akhirnya dipenuhi. Lapas Pekanbaru bersedia menghubungi Lapas Nusakambangan agar komunikasi langsung bisa dilakukan antara perwakilan aktivis dan perwakilan keluarga Jekson.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sungguh di luar dugaan, ternyata apa yang disampaikan Lukman tidak benar. Dalam pengakuannya saat video call, Jekson mengatakan bahwa ia tidak pernah berteriak-teriak, apalagi berencana membuat keributan.
Mendengar penjelasan langsung dari Jekson, para aktivis semakin yakin bahwa pemindahan Jekson diduga karena adanya intervensi dari pihak tertentu.
Ketidakjelasan alasan pemindahan tersebut, ditambah pengakuan Jekson sendiri bahwa ia tidak pernah berteriak selama ditempatkan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, membuat mahasiswa kembali menyuarakan tuntutan agar Jekson dikembalikan ke Pekanbaru.
Alasan aktivis meminta Jekson dikembalikan ke Pekanbaru adalah karena yang bersangkutan bukanlah penjahat kelas kakap, Jekson hanya menjalani kasus pidana umum. Hukuman itupun sebenarnya masih belum berkekuatan hukum tetap ( incrah), sehingga tidak perlu dipisahkan jauh dari keluarga.
“Kok bisa alasan berteriak jadi alasan pemindahan ke Nusakambangan? Ini kan tidak masuk akal,” ujar salah seorang aktivis.
Untuk diketahui, saat ini anak-anak Jekson masih kecil dan sangat membutuhkan kehangatan keluarga. “Jika di Pekanbaru, keluarga dan anak-anaknya bisa mengunjunginya, paling tidak saat jam kunjungan keluarga,” pungkas aktivis. (MS)
Penulis : MS
Editor : Redaksi






