Wamendagri Ribka Haluk Haru Saksikan Perdamaian Adat Patah Panah di Jayawijaya

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wamendagri Ribka Haluk saat menghadiri prosesi perdamaian konflik antarsuku di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan. (Dok.ist)

Keterangan foto : Wamendagri Ribka Haluk saat menghadiri prosesi perdamaian konflik antarsuku di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan. (Dok.ist)

Jayawijaya, NagaNews.co, – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk secara langsung menghadiri prosesi perdamaian konflik antarsuku di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (23/5/2026). Perdamaian ini ditandai dengan ritual adat patah panah dan penandatanganan surat pernyataan damai yang disaksikan oleh pemerintah pusat, daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Ribka Haluk menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan tokoh adat yang telah membuka ruang perdamaian dengan penuh kerendahan hati. Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Dalam Negeri yang mewakili Presiden RI, berupa ucapan terima kasih kepada masyarakat yang memilih jalur damai melalui pendekatan adat.

Sebagai perempuan adat Papua, Ribka mengaku terharu melihat para tetua adat menyelesaikan konflik dengan jiwa besar. “Saya menangis, tetapi saya bahagia,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa keamanan adalah syarat utama pembangunan daerah. “Kalau keamanan tidak baik, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Daerah harus aman dulu baru kita bisa membangun,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengajak masyarakat mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur keluarga, tokoh adat, agama, dan pemerintah kampung. “Jangan langsung selesaikan dengan cara-cara kekerasan. Sudah cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyebut perdamaian adat ini penting untuk menghentikan siklus konflik berulang. Ia menjelaskan tradisi patah panah adalah warisan leluhur yang menjadi simbol pengakhiran perang adat. Pemerintah provinsi akan menyiapkan regulasi melalui Perdasi (Peraturan Daerah Khusus) dan Perdasus (Peraturan Daerah Khusus) terkait mekanisme penyelesaian konflik adat agar memiliki kepastian hukum.

John Tabo juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lagi menyelesaikan konflik adat dengan menggunakan uang pemerintah. “Persoalan begini tidak boleh lagi dibantu bayar pakai uang pemerintah. Kamu selesaikan secara adat,” tegasnya. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan melindungi generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya leluhur.

Pemerintah daerah bersama pusat juga memastikan akan ada langkah rehabilitasi dan rekonsiliasi pascakonflik, termasuk penanganan rumah warga yang terdampak.

Prosesi perdamaian ini dihadiri oleh para bupati, jajaran Forkopimda provinsi dan kabupaten, TNI-Polri, tokoh gereja, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Papua Pegunungan.***

Penulis : MS/Rilis

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Dukung Rekor MURI 9.000 Tanjak, Tokoh Batak Riau: Ini Kebanggaan Kita Semua
Plt Gubri Lantik 238 Pejabat: “Jangan Biasa-Biasa, Tahun Ini Riau Diuji”
Aliansi WALHI se-Sumatra Desak Pemerintah Pusat dan Gubernur: Selamatkan Ekologi yang Sudah di Titik Kritis
Agung Nugroho Ajak Masyarakat Salat Iduladha di Marpoyan Damai, Hadiah Umroh Menanti
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Raya Ikuti Penyuluhan Pertanian
Gangguan Listrik Sumatera Akibat Cuaca Ekstrem, Polri Pastikan Tak Ada Sabotase
Janji Jatah Hidup (Jadup) Banjir Langsa Tak Kunjung Cair, Warga: Jangan Beri Harapan Palsu
ADAPI IAIN Langsa Dukung Penuh Alih Status Dosen PPPK ke PNS: “Ini Soal Keadilan dan Kepastian Karier”
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:20 WIB

Dukung Rekor MURI 9.000 Tanjak, Tokoh Batak Riau: Ini Kebanggaan Kita Semua

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:25 WIB

Plt Gubri Lantik 238 Pejabat: “Jangan Biasa-Biasa, Tahun Ini Riau Diuji”

Senin, 25 Mei 2026 - 23:38 WIB

Aliansi WALHI se-Sumatra Desak Pemerintah Pusat dan Gubernur: Selamatkan Ekologi yang Sudah di Titik Kritis

Senin, 25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Agung Nugroho Ajak Masyarakat Salat Iduladha di Marpoyan Damai, Hadiah Umroh Menanti

Senin, 25 Mei 2026 - 17:09 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Raya Ikuti Penyuluhan Pertanian

Berita Terbaru