Isu Pengadaan Buku dengan Dana Desa di Langsa Timur dan Langsa Lama, Warga Minta Dihentikan

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Ilustrasi buku.

Keterangan Foto: Ilustrasi buku.

Langsa, NagaNews.co – Isu pengadaan buku menggunakan anggaran dana desa di Kecamatan Langsa Timur dan Langsa Lama kembali mencuat. Program tersebut dikabarkan sempat terhenti akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah itu pada November 2025 lalu.

Informasi yang dihimpun NagaNews.co pada Kamis (6/8/2026) menyebutkan, pengadaan buku yang diduga diperuntukkan bagi perpustakaan gampong tersebut dilakukan oleh pihak tertentu di dua kecamatan. Namun, sumber tidak menyebutkan secara jelas institusi yang diduga sebagai penitip program.

Lebih lanjut, sumber menyebutkan bahwa dalam program ini, penitip program diduga mewajibkan setiap geuchik (kepala desa) untuk menyetorkan anggaran bersumber dari APBN dana desa dengan perkiraan nilai mencapai Rp3 juta hingga Rp6 juta per gampong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, sejumlah masyarakat meminta Wali Kota Langsa melalui camat di masing-masing kecamatan untuk tidak melanjutkan program tersebut. Mereka menilai program ini hanya membuang-buang anggaran di tengah kondisi pemangkasan dana desa yang cukup signifikan.

“Kalau saya pribadi menolak program pengadaan buku ini. Masih banyak kebutuhan lain di desa yang lebih prioritas dan mendesak untuk dibenahi. Kami berharap Wali Kota melalui camat agar menghentikan program ini,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sumber yang sama juga menambahkan, “Dana desa sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, bukan untuk hal-hal yang kami nilai kurang bermanfaat. Kami berharap program pengadaan buku di Langsa Timur dan Langsa Lama tidak dilanjutkan.”

Hingga berita ini diterbitkan, NagaNews.co masih berupaya mengonfirmasi pernyataan resmi dari camat di kedua kecamatan terkait isu yang berkembang. Pemberitaan ini akan diperbarui setelah ada tanggapan dari pihak berwenang. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DPPKP dan Bulog Gelar Pangan Murah Tiga Hari, Ini Jadwalnya
Dukung Car Free Day dan Sambut HUT RI, Pemko Langsa Gelar Pangan Murah 9–11 Agustus 2026
BARISTA NJ Gelar Turnamen Mini Soccer Perebutkan Piala Nasir Djamil di Langsa
Dinsos Tapteng Salurkan Bantuan untuk 4 KK Korban Kebakaran di Sirandorung
Tanamkan Nilai Keagamaan, Mahasiswa KKN IAIN Langsa Bimbing Anak-Anak Belajar Mengaji
Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polsek Bukit Raya Salurkan Bansos Jelang HUT RI ke-81
Kapolres Langsa Tinjau 40 Titik Sumur Bor Bantuan Polri untuk Warga Pascabanjir
Dinas PPPA Tapteng Gandeng YPI dan Save the Children, Sosialisasi Program PROTEKTA Perkuat Perlindungan Anak Hadapi Bencana
Berita ini 124 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WIB

DPPKP dan Bulog Gelar Pangan Murah Tiga Hari, Ini Jadwalnya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Dukung Car Free Day dan Sambut HUT RI, Pemko Langsa Gelar Pangan Murah 9–11 Agustus 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:49 WIB

BARISTA NJ Gelar Turnamen Mini Soccer Perebutkan Piala Nasir Djamil di Langsa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Isu Pengadaan Buku dengan Dana Desa di Langsa Timur dan Langsa Lama, Warga Minta Dihentikan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Dinsos Tapteng Salurkan Bantuan untuk 4 KK Korban Kebakaran di Sirandorung

Berita Terbaru