Jakarta, NagaNews.co — Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu pagi (26/9/2026) pukul 04.16 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.
Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (26/9/2026).
“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah, Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra Bin Soekarno pada usia 73 tahun,” tulis Hasto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasto menyampaikan bahwa keluarga besar PDI Perjuangan kehilangan sosok penting dengan kepergian Guruh Soekarnoputra. Ia mengenang almarhum sebagai seniman besar, seorang Marhaenis, sekaligus pejuang partai.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, PDI Perjuangan akan memberikan penghormatan kepada Guruh melalui protokol partai.
Dirawat Dua Pekan, Sempat dalam Kondisi Kritis
Sebelum meninggal dunia, Guruh Soekarnoputra diketahui menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih dua pekan. Kabar mengenai kondisi kesehatannya mulai mencuat ke publik pada Jumat (25/9/2026), setelah sejumlah elite PDI Perjuangan mengajak masyarakat mendoakan kesembuhannya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira sebelumnya mengungkapkan bahwa Guruh telah mengalami sakit dan menjalani perawatan selama sekitar dua pekan. Namun, Andreas mengaku belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita adik Megawati Soekarnoputri tersebut.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga sempat membenarkan kabar mengenai kondisi kritis Guruh serta meminta masyarakat turut mendoakan kesembuhannya.
Permohonan doa juga disampaikan politikus PDI Perjuangan Guntur Romli. Ia mengungkapkan bahwa jajaran partai menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan bagi Guruh yang tengah menjalani perawatan intensif.
Guruh mendapatkan perawatan di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Selama masa perawatan, kondisi kesehatannya menjadi perhatian keluarga, sahabat, kalangan seniman, dan kader PDI Perjuangan.
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, dunia seni, serta lingkungan politik yang selama ini mengenalnya. Hingga berita ini ditulis, penyebab medis kematiannya belum disampaikan secara resmi.
Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra. Karya dan pengabdianmu akan tetap dikenang. (MS/int)
Penulis : MS
Editor : Redaksi






