Kampar, Tapung Hilir. NagaNews.co — Konflik antara pihak KSO (Kontrak Saling Oper) dan masyarakat meletus di lokasi yang menjadi titik perselisihan. Tim media yang berada langsung di lokasi memantau jalannya peristiwa serta upaya aparat kepolisian dalam mengendalikan situasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan yang dihimpun, kericuhan bermula ketika pihak KSO mencabut spanduk penolakan yang dipasang oleh warga. Tak berselang lama, seorang pria kemudian menendang gerbang lokasi, yang semakin memicu ketegangan.
Melihat situasi mulai memanas, aparat kepolisian yang berada di lokasi segera mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri. Imbauan itu sempat diindahkan, dan situasi untuk sementara kembali kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, beberapa jam kemudian, ketegangan kembali meningkat. Pihak KSO terlihat memaksa masuk dengan membawa pekerja panen dan sejumlah mobil truk. Buah sawit yang telah dimuat ke dalam truk hendak dibawa keluar, tetapi dihadang warga. Bahkan, seorang perempuan sempat naik ke atas bak truk sebagai bentuk perlawanan.
Konflik kembali pecah setelah kunci mobil truk disebut diambil secara paksa oleh salah seorang warga. Pria tersebut kemudian dikerumuni oleh pihak KSO. Secara spontan, warga lain turut merapat ke lokasi kerumunan, dan situasi yang awalnya berupaya dilerai berubah menjadi aksi saling pukul.
Dalam insiden tersebut, seorang ninik mamak Melayu bernama Nurman dilaporkan mengalami luka sobek di bagian kening.
Melihat hal itu, aparat kepolisian dan TNI segera bergerak menuju kerumunan. Seorang anggota polisi tiba lebih dahulu, disusul personel TNI dan anggota lainnya di belakang.
Di tengah situasi yang masih tegang, polisi berupaya mengamankan seorang warga yang berada di tengah kerumunan. Pria tersebut diduga merupakan sosok yang sebelumnya terlibat dalam aksi menendang gerbang dan mencabut spanduk. Langkah ini diambil karena kondisi dinilai berpotensi kembali memicu bentrokan.
Saat proses pengamanan berlangsung, terjadi aksi saling dorong dan pukulan. Namun, aparat berhasil membawa pria tersebut menjauh dari kerumunan guna mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Polisi Jaga Harkamtibmas
Sepanjang kejadian, kehadiran aparat kepolisian bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), mencegah bentrokan lebih luas, serta memastikan tidak ada korban jiwa dari kedua belah pihak.
Dari pantauan media di lokasi, aparat terus berupaya mengendalikan massa saat situasi memanas. Tindakan mengamankan seseorang dari tengah kerumunan dilakukan dalam kondisi potensi bentrokan yang masih tinggi.
Hingga situasi dapat diredam, polisi terus mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak memicu kericuhan kembali. Kepolisian juga mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara damai demi menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.(N.01/Int)
Penulis : N. 01
Editor : Redaksi






