Langsa, NagaNews.co, – Kepala Sekolah SDN 7 Langsa, Karsiani, diduga sengaja menitipkan uang sebesar 20.000 rupiah sebagai bentuk pelecehan terhadap kerja insan pers di Kota Langsa.
Peristiwa ini bermula ketika wartawan media ini pada Selasa (5/5/2026) datang ke sekolah tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan perselingkuhan antara penjaga sekolah dengan seorang wanita berstatus istri orang lain.
Saat tiba di sekolah, Karsiani selaku kepala sekolah tidak berada di tempat. Hal ini pun disampaikan oleh Putri, petugas Tata Usaha (TU).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ibu Kepsek sedang tidak ada di sekolah. Katanya ke Dinas Pendidikan, ada upacara di sana,” ujar Putri.
Saat ditanyai lebih lanjut oleh wartawan apakah Putri mengetahui dugaan perselingkuhan penjaga sekolah beberapa hari lalu, Putri mengaku baru mengetahuinya pada Senin kemarin.
“Memang ada kejadian itu. Saya baru tahu pada hari Senin,” imbuh Putri.
Sementara itu, Kasatpol PP dan WH Kota Langsa, Ali Musafah, SE, ketika dikonfirmasi Naganews.co pada Rabu (6/5/2026) membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, untuk saat ini dugaan perselingkuhan penjaga sekolah dengan seorang wanita berstatus istri orang di rumah dinas sekolah SDN 7 Langsa sedang dalam proses di Polres Langsa. Kami lakukan ini karena PPNS di kantor kami belum tersedia,” singkat Ali Musafah dalam konfirmasinya.
Terlepas dari itu, dalam pengungkapan kasus perselingkuhan yang terjadi di lingkungan sekolah dan dinilai merusak nama baik sekolah, Kepala Sekolah Karsiani yang hendak dikonfirmasi atas kasus tersebut terindikasi menghindar. Selain itu, Kepsek SDN 7 Langsa juga diduga meremehkan kerja insan pers di Kota Langsa. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






