Opini : Tarik Setoran Rp2-5 Juta, Oknum Camat Way Kanan Main Api di Dana Desa

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Tangkap layar, dugaan penarikan dana desa oleh Camat.

Keterangan Foto: Tangkap layar, dugaan penarikan dana desa oleh Camat.

Penulis adalah : Awal
Dugaan pungutan liar dalam pengelolaan dana desa kembali mencuat. Kali ini, seorang oknum camat di Kabupaten Way Kanan diduga meminta setoran uang sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta dari setiap kepala kampung. Jika benar, praktik ini bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan potensi penyalahgunaan wewenang yang serius.

Perlu diingat, dana desa adalah anggaran negara yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan, dan kelancaran pemerintahan kampung. Dana ini bukanlah “rezeki” yang bisa dikeruk untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah: atas dasar apa pungutan itu ditarik? Apakah ada regulasi yang mengaturnya, atau ini murni tindakan sewenang-wenang dengan memanfaatkan posisi dan kewenangan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memang, nominal Rp2 juta hingga Rp5 juta mungkin terlihat kecil per kampung. Namun, jika dipukul rata dari puluhan kampung di wilayah tersebut, akumulasinya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Yang lebih meresahkan dari angka itu adalah dampaknya: rusaknya kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintahan. Ironisnya, di satu sisi kepala kampung dituntut untuk mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel, namun di sisi lain mereka justru dihadapkan pada tekanan “biaya administrasi” ilegal dari atasannya.

Publik berhak tahu dan meminta penjelasan. Jangan sampai jabatan dijadikan alat pemerasan, dan kewenangan berubah menjadi komoditas untuk mencari keuntungan pribadi.

Kasus ini tidak boleh berhenti sebagai isu atau kabar angin. Jika ada bukti, saksi, dan jejak aliran dana yang kuat, maka aparat penegak hukum wajib turun tangan. Proses hukum harus ditegakkan, bukan sekadar diproses secara internal yang seringkali berakhir dengan kesan “di-softkan”.

Kami juga menunggu klarifikasi dari camat yang bersangkutan. Apakah benar ada permintaan uang tersebut? Jika iya, tunjukkan dasar hukumnya. Jika tidak, sampaikan bantahan secara terbuka agar tidak menimbulkan fitnah dan kegaduhan yang berkepanjangan.

Pengelolaan dana desa membutuhkan integritas, bukan intimidasi. Masyarakat berhak mendapatkan pemerintahan yang bersih, bebas dari praktik pungutan tanpa dasar hukum yang jelas.

Kini, bola berada di tangan pihak berwenang. Jika dugaan ini benar, jangan biarkan pelaku lepas dari jerat hukum. Jika tuduhan itu tidak benar, buktikan dengan klarifikasi yang terang dan terbuka. Sebab, pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya uang rakyat, tetapi kepercayaan publik terhadap negara.***

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : Budi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:50 WIB

BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB