Aparat Diminta Netral, Dalam Menyikapi Permasalahan F. SPTI

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket.Foto : PC. F.SPTI Kabupaten Siak, Nelson Manalu, SH

Ket.Foto : PC. F.SPTI Kabupaten Siak, Nelson Manalu, SH

Kandis, NagaNews. co, – Aparat keamanan, diminta berperan sesuai kapasitas, dan harus netral dalam menyikapi adanya dua kelompok buruh daerahnya, “Kedekatan Aparat dengan pengusaha merupakan keniscayaan, tetapi posisi aparat seharusnya tetap netral”. demikian dikatakan Nelson Manalu, SH, dalam rilisnya kepada media, (07/03/2025)

Menurut Pimpinan Cabang (PC) Federasi Serikat Transportasi Indonesia (F.SPTI) Kabupaten Siak, tersebut pihaknya menduga Komandan Koramil Kandis Kapten Inf Bukit Sitepu, berpihak dan seolah membeking, Pimpinan Unit Kerja (PUK) F.SPTI, pimpinan Unggal Gultom (Versi Munas Jakarta ) di Kec Kandis Kab Siak, padahal sebelumnya PUK kami sudah bekerja.

Dugaan tersebut adanya arahan Babinsa, lewat telepon kepada Ketua PUK pimpinanya, yang selama ini telah bekerja, malah disuruh bergabung dengan Unggal Gultom. “Selain menyarankan untuk bergabung dengan Unggal, Oknum Babinsa tersebut juga mengundang kami untuk dipertemukan dengan pihak Unggal” kata Nelson.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nelson mengatakan, dari pantau anggola dilapangan, Babinsa di tempat perusahaan beroperasi, malah mendampingi kelompok Unggal Gultom, ketika menyampaikan berkas organisasinya, dimana oknum Babinsa, menelepon Menejemen perusahaan, ingin bersilaturahmi, ternyata hanya alasan, dimana pertemuan tersebut, hanyalah untuk memuluskan langkah Unggal, masuk dan bertemu dengan pihak perusahaan, sebab selama ini pihak Unggal tidak diterima perusahaan, kata Nelson

Menurut Nelson, informasi dari anggotanya, terungkap saat pertemuan tersebut, pihak Unggal Gultom, menyampaikan bila perusahaan tidak menanggapi dan memberi pekerjaan kepada mereka, maka akan mengadakan demo keperusahaan. ” Ini kan luarbiasa, kelompok buruh berani menyampaikan ancaman, tetapi yang mendampingi adalah penegak hukum.

Nelson mengatakan, saat ini kami terus mencari data dan informaai, apakah betul betul oknum Babinsa berpihak dengan Unggal. Bila memang benar berpihak, kami harap supaya dihentikan, jika tidak kami akan menyurati Denpom dan Danrem, apakah memang mereka mengurusi buruh. Sebab sepengetahuan saya tupoksi TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, bukan mengurus buruh apalagi berpihak, yang dapat membuat gaduh sesama buruh didaerah, terang Nelson.

Ketika hal tersebut di konfirmasi kepada pihak Danramil Kandis, Bukti Sitepu, Jumat (07/03/2025) lewat Telp, membantah bahwa mereka berpihak, “Kami Danramil Kandis, selaku bagian dari Forkopimcam, bertanggungjawab atas ke kondusifan daerah”

Saat itu kami dengar ada gelombang massa berkonsentrasi di Kandis, tentu kami ingin mengurainya, agar tidak ada gesekan, maka saat itu kami iniasi untuk mempertemukan pihak Unggal dan Nelson, namun saat itu tidak berhasil. Sehingga kami jadwal ulang kembali pertemuan tersebut, toh juga pihak Nelson tidak hadir.

Sedikitpun saya tidak ada kepentingan dalam hal berpihak ke satu kubu, saya hanya menjalankan tugas, untuk keamanan masyarakat, supaya tidak terjadi gesekan yang berujung bentrok, demikian penyampaian Bukti Sitepu, saat dihubungi lewat WA +62 812-4864-xxxx (MS/tim)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone
Berita ini 737 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 7 Maret 2025 - 06:31 WIB

Aparat Diminta Netral, Dalam Menyikapi Permasalahan F. SPTI

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIB

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terbaru