Langsa, NagaNews.Co, – Abdi Maulana Ketua Umum HMI Cabang Langsa sekaligus Exs Komandan Korsp Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) IAIN Langsa Mengecam keras kepada BUPATI Aceh Tamiang dan BUPATI Aceh Timur untuk menjadi khalifah Fill ard yang sejati di muka bumi ini.
Bencana Banjir yang hampir dikategorikan seperti Tsunami ke-2 yang terjadi di 18 kab/kota provinsi Aceh menjadi mawas diri, i’tibar, serta introspeksi diri kepada seluruh masyarakat aceh, terkhusus kepada para pemimpin daerah di wilayah kerja HMI Cabang Langsa yaitu Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.
Satu minggu lebih sudah masyarakat di 3 kota/kabupaten wilayah kerja HMI Cabang Langsa sudah menderita akibat kondisi bencana yang sangat mencekam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah cerdas serta berkompeten harus segera di lakukan oleh pimpinan daerah guna penanggulangan bencana yang terjadi ataupun pemulihan secara cepat dan tanggap guna mengurangi penderitaan masyarakat.
HMI mendesak kepada tiga pimpinan daerah kota/kabupaten Wilayah kerja HMI Cabang Langsa menegaskan Ini penderitaan Kemanusian, singkirkan embel-embel politik ataupun kepentingan pribadi, rakyat perlu dikurangi penderitaannya. Bencana ini sebagai pengingat kepada kalian bahwa kedaulatan tertinggi itu di tangan rakyat, bukan di tangan kepentingan elit politik yang slama ini menglena kan kalian.
Kebijakan pimpinan daerah Kota Langsa bisa menjadi contoh bagi BUPATI ATAM DAN ATIM guna penanggulangan darurat untuk mementingkan masyarakat dengan mengorbankan kepentingan birokrasi.
Jangan hanya tau pencitraan yang berlebihan dengan main banjir, seperti tidak ada pasukan serta dengan hanya mengharapkan bantuan pemerintah pusat yang notabene sangat lambat dari pada siput yang berjalan.
APBD Atam dan Atim jauh berkali lipat lebih banyak dari pada APBK Kota Langsa. Pengorbanan kepentingan birokrasi lebih mulia untuk mengurangi penderitaan rakyat dari pada kepentingan pengusa partai politik ataupun kepentingan penguasa pribadi dan itu sudah di atur dalam undang-undang ketika daerah menghadapi bencana alam.
Sekali lagi HMI Berharap dan Mengecam serta Mendesak BUPATI ATAM DAN ATIM untuk mencontoh Pemko Langsa segera gunakan APBD untuk memberikan pertolongan pertama ataupun penanggulangan bencana cepat tanggap, guna dapat mengurangi penderitaan masyarakat yang sedang menghadapi kondisi yang sangat mencekam serta mempercepat pemulihan kondisi pasca bencana yang terjadi. (B.01/Ril)






